• News

  • Peristiwa

FPI Geruduk Kios Lamria Diproses Kekeluargaan, Netizen: Macam Gini Mendingan Aku Ikut FPI

Forum Lintas Agama beraudiensi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.
foto: istimewa
Forum Lintas Agama beraudiensi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin melakukan pertemuan dengan tokoh agama yang ada di Sumut. Dalam pertemuan itu, turut dibahas persoalan keributan di kedai tuak Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Martuani meminta tokoh agama mempercayakan persoalan kedai tuak itu ke kepolisian. Dia mengatakan, permasalahan ini harus diselesaikan secara kekeluargaan.

Berita tersebut menjadi perhatian warganet. Akun Facebook @Mei Mey, Sabtu (2/5/2020) membagikan tautan dan mengomentari:

Polda yg tidak amanah bagi rakyat Universal! Klo ibu meliana protes suara toa, di penjara!!?

Stop jadi penegak hukum klo tidak bisa menegakkan hukum. Tidak bisa membedakan tindak pembuat keresahan ataupun kerusuhan yang memaksakan kehendak sendiri akibat rasa iri dengki atau akibat rasa antipati ke orang lain, bertindak tanpa ijin kepolisian, ditambah lagi statusnya ormas ilegal.

@Deny Oei: Lagu lama keluar lagi disini cuma lain versi

@Suzy Nander: Sllu sedih miris dan hati teriris2 rasa nya melihat tragedi2 sprt ini sllu tdk ada keadilan tuk minoritas

@Panal Pardosi: Kok baru tau kita saudara sebangsa? bkn msalah saudara, penegakan hukumnya itu lho.. jauh sblumnya tanpa minta maaf sdh dimaafin.

@Carolus Ispriyono: Secara kekeluargaan tapi berulang terjadi apakah itu kekeluargaan? Tegakkan hukum. Titik.

@Doloksaribu Toto: Ohlah pak kl macam gini mendingan aku ikut ormas FPI karena aku rasa ini ormas kebal hukum.


Sebelumnya dilansir Detik.com, Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin meminta tokoh agama mempercayakan persoalan kedai tuak itu ke kepolisian. Dia mengatakan, permasalahan ini harus diselesaikan secara kekeluargaan.

"Penyelesaian masalah tersebut harus dilakukan secara kekeluargaan dengan hati yang dingin," ujar Martuani, Jumat (1/5/2020).

Martuani mengatakan peristiwa yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) ini didasari kesalahpahaman. Untuk itu, dia meminta masing-masing pihak untuk melakukan intropeksi diri.

Martuani juga meminta agar para tokoh agama ikut menjaga ketertiban di masyarakat. Sebagai miniatur Indonesia, kata Martuani, masyarakat Sumut jangan sampai terpecah belah.

"Sumut adalah miniatur Indonesia. Oleh karena itu, mari kita jaga keberagaman ini jangan sampai terpecah belah," ujarnya.

Keributan ini berawal dari sekelompok orang dari FPI melakukan penutupan secara paksa kedai tuak dengan alasan memasuki bulan Ramadhan. Pemilik kedai, Lamria Manullang, yang keberatan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Situasi saat ini sudah kondusif. Ketua FPI Batang Kuis yang turut serta, telah meminta maaf terkait keributan tersebut.

"Sudah dua kali pertemuan di Polsek Batang Kuis sampai hari ini dan Ketua FPI Batang Kuis juga sudah membuat permohonan maaf secara tertulis dan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi, Rabu (29/4).

Editor : Taat Ujianto