• News

  • Peristiwa

‘Anda Kawal AHY, Kami Kawal Denny‘ dan ‘Kenapa Tak Ajarkan Ngaji‘ Mendadak Viral

Pernyataan Anda Kawal AHY, Kami Kawal Denny mendadak viral di medsos
foto: istimewa
Pernyataan Anda Kawal AHY, Kami Kawal Denny mendadak viral di medsos

JAKARTA, NETRALNEWS.COM, Perseteruan makin panas, di media sosial viral unggahan bertuliskan "Anda Kawal AHY. Kami Kawal Denny".  Di unggahan tersebut juga tercantum pernyataan: "Harusnya KPAI Tegaskan Bonyoknya. Kenapa Ngajarin Politik? Bukanya Ngajarin Mengaji! Agar bisa Ngebedain antara FPI dengan Islam."

Di akun Facebook yang disebar akun @Aris Wiro, setidaknya sudah lebih dari 1.600 pembaca.

 


Sebelumnya diberitakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara terkait cyberbullying yang dialami oleh Almira Tunggadewi Yudhoyono, anak Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). KPAI meminta netizen berhenti merundung putri dari pasangan AHY dan Annisa Pohan itu.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menjelaskan, Almira mendapatkan tugas dari sekolah untuk membuat pidato berbahasa Inggris terkait usulan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. AHY kemudian mengunggah naskah pidato putrinya yang kerap dipanggil Aira itu melalui akun media sosial. Namun unggahan tersebut menuai berbagai tanggapan.

Retno mengatakan Annisa Pohan menduga bahwa putrinya yang masih di bawah umur telah menjadi bahan olok-olokan politik dari salah satu akun media sosial di Twitter. Sebagai ibu, ia pun berusaha melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan KPAI melalui akun media sosialnya.

"Posting-an AHY kemudian menjadi berita di beberapa media online. Salah satu berita di media online kemudian di-posting oleh salah satu akun di Twitter yang menurut Anissa Pohan diduga kuat menjadikan anaknya yang masih di bawah umur sebagai bahan olok-olokan politik, bahkan Anisa langsung me-mention Presiden Jokowi. Pada posting-an yang lain, Anissa juga me-mention @KPAI_official, yang merupakan akun resmi KPAI," ujar Retno.

Menanggapi kejadian tersebut, Retno mengimbau netizen agar berhenti merundung putri AHY karena akan berdampak pada psikologis anak tersebut. Menurutnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Almira wajib dilindungi dari tindakan cyberbullying.

"KPAI mengimbau netizen untuk berhenti melakukan cyber bully atas kasus naskah pidato COVID-19 yang ditulis oleh ananda Aira. Sesuai dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, maka ananda wajib dilindungi dari cyber bully karena akan berdampak pada psikologisnya," kata Retno.

Retno juga mengatakan efek psikologis dari perundungan dapat menurunkan sistem imun Almira. Dia pun meminta netizen memberikan contoh baik dalam menggunakan media sosial kepada anak-anak Indonesia.

"Dalam masa pandemi seperti ini, tekanan psikologis membahayakan karena akan menurunkan imun ananda (Almira). KPAI mengimbau netizen untuk peduli pada perlindungan anak dan dapat memberikan contoh baik dalam bermedia sosial kepada anak-anak Indonesia," tegas Retno.

Retno mengatakan naskah pidato Aira tidak ditujukan sebagai kepentingan politik. Namun, pidato itu memicu respons yang bersifat politis karena status ayah Almira adalah pimpinan salah satu partai politik di Indonesia. Dia pun ingin agar polemik kasus tersebut dihentikan demi kebaikan Almira.

"KPAI juga mendorong polemik di medsos atas kasus ini dihentikan kedua belah pihak demi kepentingan terbaik bagi ananda," ucap Retno.

"Apalagi penjelasan AHY sebenarnya sudah menyiratkan bahwa naskah pidato berbahasa inggris dengan tema COVID-19 yang dibuat anaknya bukan untuk tujuan politik, tetapi murni merupakan tugas dalam PJJ, karena itu merupakan tugas sekolah yang diberikan gurunya. Hanya saja, karena AHY adalah pimpinan salah satu partai politik di Indonesia, maka tidak heran jika posting-annya menyulut reaksi yang bernada politis," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, jajaran elite Partai Demokrat ramai-ramai mengecam pegiat media sosial Denny Siregar. Mereka merasa Denny Siregar telah mem-bully anak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Denny Dilaporkan

Sebelumnya diberitakan, Pengurus Partai Demokrat mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Denny Siregar perihal cuitannya terkait Almira Tunggadewi Yudhoyono, anak Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun niat itu urung dan berganti menjadi permintaan agar Denny menghapus cuitannya tersebut dalam waktu 3 x 24 jam, dengan ancaman jika tak dilakukan maka pihaknya akan mensomasi hingga mempolisikan Denny.

"3 x 24 jam (waktu yang diberikan Demokrat untuk Denny Siregar menghapus cuitannya terkait Almira-red). Nah itu (somasi-red) salah satu langkah kalau dia tidak ada itikad baik. Jadi saya sudah mencoba berkomunikasi dengan teman-teman jaringan untuk komunikasikan dengan Denny Siregar ini. Jadi lagi dijadwalkan untuk pertemuan. Mudah-mudahan dalam minggu ini ada hasilnya. Kita lihat perkembangannya." kata Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat Ardy Mbalembout di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020).

Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat Ardy Mbalembout menjelaskan jika somasi juga tak digubris Denny, maka langkah terakhirnya akan meminta pertanggungjawaban secara hukum. Menurutnya, perbuatan Denny memenuhi unsur-unsur tindak pidana.

"Kita ini kan negara hukum, kalau itu (langkah hukum-red) harus ditempuh, ya kami lakukan. Karena semua unsur-unsurnya sudah kami pelajari dan masuk," ujar Ardy.

Ardy mengaku sebenarnya ingin membuat laporan polisi terkait hal ini. Namun dia mengatakan telah berkonsultasi dan mempertimbangan situasi pandemi Corona serta momen Bulan Ramadhan, akhirnya pihaknya hanya meminta Denny menunjukan itikad baik.

"Sebenarnya saya sebagai pengurus ingin melaporkan yang bersangkutan, karena secara unsur (pidana-red) memenuhi Pasal 76c dalam UU Perlindungan Anak, ditambah juncto Pasal 310 KUHP juncto Pasal 27 UU ITE. Tetapi hasil kami konsultasi dengan teman-teman, dalam situasi pandemi dan situasi puasa ini, jadi kami meminta yang bersangkutan, Denny Siregar untuk mendelete tulisan-tulisan dia di Twitter itu," jelas Ardy.

Ardy menuturkan Denny Siregar yang memiliki banyak pengikut di media sosial semestinya memberikan pengaruh positif. Ardy berpendapat yang diperbuat Denny malah membunuh prestasi seorang anak.

"Karena ini dia kan membunuh kreativitas anak Indonesia yang berprestasi. Dia sebagai publik figur dengan pengikut yang sangat banyak, seharusnya memberikan influencer yang positif agar anak ada kepercayaan diri bagi anak Indonesia lain. Ini kan dia membunuh kreativitas anak Indonesia, ini bukan karena anak Bu Annisa (Anissa Yudhoyono) ya, tapi cenderung membunuh kredibilitas anak Indonesia," ucap Ardy

Awal polemik

Semua bermula ketika Agus Yudhoyono atau AHY mengunggah kegiatan tugas sekolah Almira, yaitu membuat pidato dengan bahasa Inggris. Skenario dari tugas itu adalah pidato itu harus disampaikan langsung ke Presiden Jokowi. Judul dari tugas Almira adalah 'Lockdown Speech'. Unggahan AHY ini kemudian menjadi sorotan Denny Siregar. Denny menuliskan sebuah tweet yang kemudian mendapat respons keras dari jajaran elite PD.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan.. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown..," tulis Denny Siregar seperti dilihat Selasa (5/5/2020).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Ossy Dermawan, mengecam tweet Denny Siregar. Ossy menilai Denny Siregar telah melakukan cyberbullying kepada Almira.

"Apa yg dilakukan @Dennysiregar7 thd Almira tdk bisa dianggap remeh. Cyberbullying thd anak sgt serius dampaknya bg pertumb anak ke depan. Apalg sang ibu pun turut dibully. Utk itu, saya himbau kpd @KPAI_official scr serius melihat insiden ini. Cukup Almira jd 'korban' terakhir," ucap Ossy Dermawan dalam cuitannya yang dibagikan.

Editor : Taat Ujianto