• News

  • Peristiwa

Tengku Zul Gembira Laporan Satpol PP vs Habib Umar Dicabut, Core: Tambah Besar Kepala

Wakil Sekjen MU Tengku Zulkarnain
foto: istimewa
Wakil Sekjen MU Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Habib Umar Assegaf dan petugas Satpol PP yang terlibat insiden baku pukul di pos pemeriksaan (checkpoint) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pintu keluar tol Satelit, Kota Surabaya, Rabu (20/5/2020) kemarin, disebut telah menempuh jalan damai.

Berita tersebut membuat Wakil Sekjen MU Tengku Zulkarnain membuat cuitan di akun Twiternya, katanya:

@ustadtengkuzul: Kabid Humas Polda Jatim:"Kasus Pelanggaran PSBB Habib Umar Asegaf diselesaikan dgn cara damai..." Berarti Satpol PP mencabut pengaduannya? Baguslah berkat akhir Ramadhan ISLAH... Semoga tdk terulang lagi pd orang lain dan di tempat lain. Amin....

Pernyataan Tengku Zul dibagikan ulang oleh akun Facebook @Core Harfly, Sabtu (23/5/2020), katanya:

Akhirnya Tengku Zulkarnain dan org² yg mendukung sikap Tengku Zul bersorak (merasa) penuh kemenangan padahal sikap pak Asmadi itu lebih bijaksana, mengalah bukan berarti salah.

Semoga saja sikap pak Asmadi tdk membuat Tengku Zulkarnain tambah besar kepala dan makin membuatnya PD bikin berita provokasi...

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Habib Umar dan pihak Satpol PP sudah menjalin komunikasi, dan sepakat menahan diri.

"Sebetulnya kedua belah pihak sudah menjalin komunikasi, masing masing menahan diri dengan adanya kesalahpahaman ini," kata Truno, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (22/5/2020).

Baik Umar dan petugas Satpol PP, kata Truno, juga telah saling memaafkan tanpa syarat.

Hal itu tak lain untuk menjaga kondusifitas dan keselamatan masyarakat dari hal-hal yang tak diinginkan.

"Kedua belah pihak sudah menyatakan untuk saling memaafkan ya, harapan juga tanpa syarat. Artinya semua yang terjadi ini tujuannya kan kita untuk menyelamatkan masyarakat juga dan juga keluarganya," katanya.

Truno mengatakan jalan damai itu disepakati setelah kedua belah pihak menjalin mediasi yang difasilitasi kepolisian di daerah masing-masing.

"Habib Umar Abdullah Assegaf itu sudah kami lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kapolres Pasuruan Kabupaten ya. Kemudian juga dengan yang Satpol PP Kota Surabaya, kami juga melakukan pendekatan melalui Polrestabes Surabaya," ujar Truno.

Atas kejadian ini, Truno pun berharap kedua pihak bisa saling bersama-sama kembali berupaya meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Serta baik dari petugas kita melakukan evaluasi tentang bagaimana human relation-nya, atau hubungan dengan masyarakat lain, juga masyarakat dibutuhkan kedisiplinan dan kesadaran yang sebagaimana diuraikan oleh Kapolda Jawa Timur," kata dia.

Editor : Taat Ujianto