• News

  • Peristiwa

Viral Dijual Baju Sakti Kebal Hukum Bukan untuk Sembarangan, Netizen: Berhadiah Umroh, Bro

Viral baju sati dijual
foto: istimewa
Viral baju sati dijual

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Berita Habib Umar Assegaf sempat nyaris adu pukul dengan petugas Satpol PP dan setelah dimediasi oleh polisi, Satol PP minta maaf ke Habib, hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Akun Facebook @Imron, Minggu (24/5/2020) membagikan foto kocak dan berkomentar: LAGI NGETREN DI NEGERI INI MINTA MAAF SAMA PELANGGAR ATURAN BERHADIAH UMROH BROO..

Di foto baju yang diunggah tertulis:

BAJU SAKTI KEBAL HUKUM ..BEBAS MENCELA DAN GEHOAKS juga memfitnah. DIJUAL (Bukan utk orang sembarangan)

@Handes Harianto: Beli dimana boss

@Imron: @Handes Harianto, Di counter kadrun terdekat broo..

Sebelumnya dilansir Detik.com, Polisi telah melakukan mediasi dengan Habib Umar Assegaf melalui Polres Pasuruan. "Kapolres Pasuruan sudah lakukan langkah komunikasi dan koordinasi, dengan hasilnya Habib Umar Abdullah Assegaf telah memaafkan secara pribadi kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (22/5/2020).

Truno menambahkan, saat kejadian pada Rabu (20/5), polisi lalu lintas di lokasi juga sudah menengahi kedua pihak. Truno berharap, ke depannya tak lagi menemui permasalahan seperti ini. Terlebih di momentum Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Keduanya kita harapkan dapat menahan emosi di Bulan Ramadhan ini serta pada masa menghadapi pencegahan dan penanggulangan COVID-19 ini," imbuh Truno.

Selain mediasi dengan Habib Umar Assegaf, pihaknya melalui Polrestabes Surabaya juga melakukan mediasi dengan pihak Satpol PP. Truno memaparkan, mediasi ini diharapkan bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta nyaman di Bulan Ramadhan. Menurutnya, jika hal ini terus dibiarkan akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan dengan menambah gaduh suasana.

"Ada satu hal yang menjadi catatan kita setelah dengan adanya viral tersebut ada beberapa pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh, mendompleng, memboncengi kejadian-kejadian ini," ungkapnya.

Saat disinggung, apakah habib yang melanggar aturan dan sempat melawan petugas tidak ditindak? Truno menegaskan pihaknya telah melakukan penindakan secara persuasif. Misalnya dari teguran lisan hingga melarang yang bersangkutan memasuki wilayah Surabaya dengan memutarbalikkan kendaraannya.

"Sudah dilakukan penindakan secara persuasif. Ya baik teguran lisan maupun kembali arah kendaraannya saat kejadian," lanjut Truno.

Sebelumnya diberitakan, video Habib Umar memarahi hingga mendorong petugas PSBB Surabaya viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/5) sore.

Peristiwa itu terjadi di pos check point exit Tol Satelit, Surabaya. Awalnya petugas PSBB menghentikan kendaraan Toyota Camry dengan Nopol N 1 B dari arah Malang yang akan masuk Kota Surabaya.

Namun karena sang sopir tidak mengenakan masker, dan jumlah penumpang mobil melebihi kapasitas, kendaraan tersebut diminta putar balik. Sang habib lalu turun dari mobil dan memarahi hingga mendorong petugas. Puncaknya, Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan itu nyaris adu pukul dengan petugas Satpol PP.

Editor : Taat Ujianto