• News

  • Peristiwa

Denny Sampaikan Permohonan Maaf ke Anissa Pohan,Netizen: Jangan Ngomongin Lockdown Lagi ya

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam cuitannya di twitter pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menyampaikan permohonan maafnya kepada Anissa Pohan, istri Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Mba @AnissaPohan dan mas @AgusYudhoyono minal aidin wal faidzin ya.. Mohon maaf Iahir batin kalau ada yang menyinggung kemarin.," kata Denny, dalam akun twiternya @Dennysiregar7, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya perseteruan Annisa Pohan dengan Denny Siregar bermula saat Denny mengomentari surat terbuka putri dari AHY terkait permintaan lockdown kepada Presiden Jokowi.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan," kata Denny melalui twitter saat itu.

"Kalo ada cicit, cicitjuga bisa ikutan minta lockdown..," tulis Denny lagi.

Permintaan maaf Denny ini pun mendapat tanggapan warganet. Nitezen dengan akun DuaBela meminta agar Anissa dan AHY untuk tidak membicarakan lockdown. Menurutnya pemerintah telah lama menerapkan lockdown.

"@AnnissaPohan & @AgusYudhoyono Jgn ngomingin Lockdown lagi ya Lockdown itu tingkatannya macem. Sebenarnya jokowi sdh lama menerapkan. lockdown sejak kasus jumlah Bussway dikurangi Anies + Work From Home," kata DuaBeIa dalam akun @duabela69862203.

Sementara Master Noppeye @Noppeye "Saya bantu samapaikan Bang @Dennysiregar7 mudah" di hari Baik di Maaf kan. ini serius apa Cuma Bo'OOng Bang. Selamat Hari Raye Bang Eee Minal Aidin Walfa Izin Mohon dan Batin".

Halwa inayyah @Hlnayyah "Bang Denny KI Minta Maaf Gitu Ga Apdol .. Hrsnya Dtg Kerumahnya Trs Nyium Tangan,PeIuk2 Gitu ..Trs Mrk Bilang 'lyaa Saya Memaafkan Kamu Denn" .. Biar Kek Kabib2 Yg Kmren Gitu & Yg Salah Siapa Yg Minta Maap Siapa". 

Ade Suranto @AdeSurantoB "Demokrat pinter cari posisi,ada yg tugasnya gonggongin penguasa, ada juga yg jadi penjilat bagi penguasa..itung2 kejadian kemaren itu bagian dari sinetron yg mereka mainkan,kemarahan terhadap domba satu ini hanya bagian dari ceritanya".

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati