• News

  • Peristiwa

Luhut Datangkan 500 TKA Asal China, Ferdinand: Itu Bukan Penghianatan dan Bukan Kejahatan

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaea
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaea

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mendukung rencana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan untuk mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina ke Konawe, Sulawesi Tenggara Juni atau Juli mendatang.

Karena menurut Ferdinand apa yang dilakukan Menteri Luhut untuk mendatangkan tenaga kerja asing adalah untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Jadi bukanlah penghianatan dan bukan juga kejahatan.

"Penghianat adlh org yg tdk setia kpd Negara. Penghianatan thdp negara adalah kejahatan serius. 

Yg dilakukan LBP adlh memajukan ekonomi bangsa demi kesejahteraan rakyat, lapangan kerja utk rakyat. Itu bkn penghianatan dan bukan kejahatan. Maju terus.!," tulis Ferdinad, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya isu mengenai tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Kendari masih menghiasi perdebatan di ranah media sosial Twitter. Mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahkan mengeluarkan pernyataan keras soal pengkhianat bangsa.

"Tak ada kata yg lebih cocok kecuali “pengkhianat bangsa” !" tulis Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, dikutip VIVAnews, Rabu, 18 Maret 2020.

Twit Fadli tersebut merespons cuitan dari ekonom sekaligus politikus Rizal Ramli. Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman menyatakan bahwa masih saja izinkan pekerja-pekerja Tiongkok untuk masuk Indonesia hanya karena kepentingan bisnis pejabat yang merangkap sebagai penguasa.

Namun menurut Luhut, para TKA tersebut merupakan pekerja yang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut, yang tak bisa digantikan orang lain. Dia mengatakan saat ini Indonesia belum memiliki teknologi guna membangun industri tersebut.

"Kami kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kami enggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing," ujarnya.

Setelah proyek ini selesai, kata Luhut, para TKA Cina tersebut akan dikurangi dan digantikan dengan pekerja dari dalam negeri hingga sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan.

Editor : Sesmawati