• News

  • Peristiwa

Sebut Kelakuan Iblis Pembatas Jalan Dibongkar, Netizen: Mereka Pikir Covid-19 Ilusi Belaka

Aksi Tukijo bongkar pembatas jalan
foto: istimewa
Aksi Tukijo bongkar pembatas jalan

WONOSOBO, NETRALNEWS.COM - Video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di Wonosobo, viral di jagat maya. Dalam video tersebut, seorang pria tengah membongkar pembatas jalan atau watter barrier yang dipasang petugas.

Diketahui, pembatas jalan tersebut terpasang di Jalan Ahmad Yani, Wonosobo, Jawa Tengah.

Akun Facebook @Eddie Riyadi, Selasa (26/5/2020) membagikan ulang video tersebut dan membuat cuitan:

Jumlah orang yang terpapar Covid-19 sudah mencapai angka 5.497.650 diseluruh dunia. Dengan angka kematian keseluruhan mencapai jumlah 346,675 orang. Apa jumlah sebesar ini masih belum nyata bagi sebagian orang? Apa mereka pikir pandemi  Covid-19 ini hanya sebuah ilusi kosong belaka?

infokomando Sabar bapak gedhe (pakdhe) nek ora percaya orapapa, neng aja ngono kuwi, njenengan piral pakdhe (inyong nggo basa Bumen apa wonosobo kiye wes... Ana ana bae).

@infokomando
Sabar Pak Polisi

Repost@ndorobeii

BAPAK INI TAK PERCAYA CORONA DAN MELAWAN POLISI. PEMBATAS JALAN PUN DIOBRAK-ABRIK!

Seorang Bapak di kota wonosobo tak percaya akan adanya virus corona dan melawan petugas yang sedang berjaga untuk mengamankan wilayah kota wonosobo yang ber status zona merah.

Dalam video ini terlihat Bapak tersebut ber adu argumen dengan polisi serta mengobrak-abrik pembatas jalan yang sudah di pasang oleh polisi.


Sebelumnya dilansir Tribunnews.com, seorang pria membongkar pembatas jalan sembari mengucapkan kata-kata yang dilontarkan berulang kali dengan bahasa jawa.

"Kelakuan iblis, kelakuan setan nggawe wong susah. Hari raya Idul Fitri hari kebebasan! Hari kesenangan! Ora carane kayak ngene! (Kelakuan iblis, kelakuan setan bikin orang susah. Hari raya Idul Fitri hari kebebasan! Hari kesenangan! tidak seperti ini caranya!)" ucap pria dalam video tersebut tersebut.

Petugas yang berjaga pun hanya diam menyaksikan pria tersebut membongkar pembatas jalan. Pria itu pun terus mendorong pembatas jalan berulang kali. Namun, sembari ia membongkar, para petugas terus mengembalikannya ke posisi semula.

Akibat Depresi

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Diketahui, pria tersebut bernama Tukijo (50), seorang warga kampung Sarwodadi Kelurahan Tawangsari Kabupaten Wonosobo.

Tukijo bekerja sebagai penjahit yang setiap hari mangkal di trotoar depan BRI Ruko Pasar Induk Wonosobo, tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menanggapi kejadian tersebut, Kombes Pol Iskandar menuturkan, sebelumnya pria tersebut sudah diperingatkan. Ia berkali-kali diperingatkan untuk mengenakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Namun, menurut Iskandar, Tukijo tetap enggan memakai masker.

"Kami memberikan nasihat cukup lama lantaran pria itu tetap tidak mau pakai masker," terang Iskandar kepada Tribun Jateng, Senin (25/5/2020).

Pihaknya menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada hari raya Idul Fitri, Minggu (24/5/2020) kemarin. Iskandar membenarkan pria tersebut berulah dengan membongkar atau membuka blokade watter barrier.

Padahal, fungsi pembatas jalan tersebut untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di pasar Induk Wonosobo. Setelah tindakan tersebut, petugas membawa pria itu ke polsek setempat. Keluarga yang bersangkutan juga sudah dipanggil.

Iskandar mengungkapkan, kini pria itu bersama keluarganya sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf serta sudah mau menggunakan masker. Dari kejadian tersebut, Iskandar meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Menginggat betapa susahnya para petugas medis menangani pasien positif corona di rumah sakit.

"Patuhi anjuran Pemerintah, pakai masker dan hindari kerumunan untuk mencegah penyebaran virus corona," terangnya.

Diketahui, pria tersebut kini sudah diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga juga memberikan keterangan bahwa memang yang bersangkutan dalam kondisi depresi.

Editor : Taat Ujianto