• News

  • Peristiwa

Anda OTG, Tiba-tiba Terpapar COVID-19, Ini Penyebabnya

  Anda OTG, tiba-tiba terpapar COVID-19.
WAG
Anda OTG, tiba-tiba terpapar COVID-19.

JAKARTA, NETRALNEWNS.COM - Seorang Dokter Gigi Irene Adyatmaka membagikan tulisannya dalam sebuah media sosial dan menjelaskan satu kali orang batuk mengeluarkan 3,000 droplet besar. Droplet akan terlontar dgn kecepatan 80 km/ jam.

Sementara jika bersin, satu kali bersin mengeluarkan 30,000 droplet yang ukuran lebih kecil kecil dan beterbangan hingga 320 km/ jam.

Droplet dalam satu kali batuk dan bersin mengandung 200,000,000 partikel virus. Sementara Orang Tanpa Gejala/OTG, yang tidak menunjukkan batuk/ bersin satu kali  nafas mengeluarkan 50-5,000 droplet. Mengeluarkan 3-20 partikel virus/ menit.

“Artinya, kalau kita berada dekat OTG selama 50 menit tanpa bicara, sudah menghirup 1,000 partikel virus. (Cukup utk tertular),” ujar Irene dalam media sosialnya, Rabu, (27/5/2020).

Selanjutnya, ketika bicara maka OTG mengeluarkan 10-200 virus / menit.
Artinya, kalau kita bicara dengan OTG, cukup perlu 5-10 menit saja untuk menghirup 1,000 partikel virus.

Teriak/Bernyanyi
Irene menambahkan, banyak droplet dikeluarkan  daripada berbicara karena ada tekanan.

Rawan/ risiko tinggi tertular
1. Paduan suara
2. Bekerja di ruangan ber ac dengan banyak meja meja pekerja (biasanya kantor sekarang konsepnya meja terbuka/ saling kelihatan)
3. Pengajar/ dosen
4. Dokter gigi
5. Berbincang tatap muka

Karenanya perlu manajemen risiko, dan cara menghitung risiko tertular:

Dalam ruangan/ indoor:
- faktor volume udara
- faktor jumlah orang dalam sekali waktu
- maksimal waktu yang dihabiskan disana

Misalnya, dalam lift, ada orang bersin maka risiko ketularan sangat besar krn udara sedikit, banyak orang, berada cukup lama untuk menghirup 1,000 partikel virus.

Selain manajemen risiko terhadap pernafasan, juga penting disadari bahwa droplet virus akan jatuh ke permukaan. Dan permukaan dapat terpegang tangan. Jadi harus sering cuci tangan dan hindari memegang megang area muka.

Di udara terbuka, risiko ketularan lebih rendah karena banyak angin, sinar matahari, faktor kelembaban udara. Sehingga gerombolan virus dalam droplet akan segera ambyar/ bubar. Sehingga agak sulit bagi kita untuk menarik nafas dan sekaligus menghirup 1,000 partikel virus.

Sebagai catatan, lanjut drg. Irene Adyatmaka, dalam artikel tersebut, laki-laki lebih tinggi resikonya (keparahan/kematian apabila) terkena covid 19 daripada wanita.

Editor : Sulha Handayani