• News

  • Peristiwa

Tanpa New Normal Akan Terjadi PHK Massal, Denny: Ini yang Dinanti-nanti PKS dan Demokrat

Pegiat Media sosial, Denny Siregar.
Istimewa
Pegiat Media sosial, Denny Siregar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Skenario tatanan hidup baru atau new normal kini tengah disiapkan oleh pemerintah. Namun, rencana itu banyak ditentang oleh masyarakat maupun elit politisi di DPR. Alasannya, kurva penularan Covid-19 sampai saat ini masih belum melandai, sehingga dianggap terlalu berisiko jika diterapkan.

Namun, di sisi lain, para pelaku ekonomi sangat membutuhkan penerapan new normal ini agar roda ekonomi kembali berputar. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, apabila tidak ada instruksi pemerintah mengenai new normal ini, maka pengusaha akan melakukan pemutusan kerja sepihak atau PHK secara besar-besaran.

Pegiat media sosial Denny Siregar merasa PHK masal inilah yang tengah dinantikan oleh para elit politik dari kubu oposisi khususnya dari PKS dan Partai Demokrat. Jika terjadi PHK masal, maka mereka akan mulai mengajak rakyat turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

“Situasi ini memang yang sedang dinanti PKS dan Demokrat. Nanti kalau sudah PHK besar2an, mereka juga yg ngompor2i untuk turun ke jalan,” kata Denny Siregar di akun Twitternya, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya, menurut Waketum Apindo Shinta Kamdani, PHK masal tidak bisa dihindari jika tidak ada penerapan new normal yang memungkinkan roda ekonomi kembali berjalan.

"Hal tersebut karena pengusaha bisanya sampai Agustus setelah itu tidak sanggup lagi jadi bisa PHK besar-besaran karena kan enggak ada pemasukan," ungkap Shinta dalam acara IDX Channel di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Sementara itu, di sisi lain new normal bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan para pelaksana implementasi. Maka kombinasi pemerintah sangat penting dari segi pelaksaanaan. Hal ini agar tidak meningkatkan positif korban Covid-19.

"Kita memang akan berbeda dalam membuka usaha karena kita akan lebih ketat dalam protokol kesehatan," tandas dia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli