• News

  • Peristiwa

Dikritik Uki Soal Pekingese, Roy Suryo: Makanya Belajar Sejarah Agar Tidak Kejang-Kejang

Pakar Telematika Roy Suryo
Kabarindong
Pakar Telematika Roy Suryo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar telematika Roy Suryo membalas mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki) yang mengkritiknya soal penggunaan istilah 'pekingese.'

Melalui akun Twitter-nya, Roy meminta Uki untuk belajar sejarah agar tidak kaget mendengar istilah pekingese atau 'anjing peking.'

"Tweeps, Makanya belajar sejarah, agar tidak kejang-kejang kalau Netizen menyebut dengan #Pekingese," cuit @KRMTRoySuryo2, Jumat (29/5/2020). 

"Istilah ini sudah lazim disampaikan sejak 1966 ada Antek Warga +62 tetapi berjiwa Pengkhianat & lebih condong kepada Bangsa lain," sambungnya. 

Roy kemudian menyindir Uki dengan mengingatkan tentang Jasmerah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) agar tidak menjadi politisi cengeng. 

"So, JASMERAH ya dek, sebelum coba- coba jadi Politisi biar tidak cengeng," cuit mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu. 

Sebelumnya, Dedek Prayudi atau Uki mengkritik mantan petinggi Partai Demokrat Roy Suryo yang kerap menggunakan istilah 'pekingese'. 

Roy Suryo diketahui memang sering menyebut sejumlah pihak dengan pekingese ketika membahas berbagai isu di akun Twitter-nya seperti isu soal PKI dan lainnya. 

Menurut Uki, melabeli sesama orang Indonesia dengan istilah pekingese sangat tidak beradab, apalagi itu diucapkan oleh mantan menteri seperti Roy. 

"Saya gak peduli dengan kecengengan & curhatan anda, tapi melabeli sesama orang Indonesia dengan sebutan Pekingese (Ras Anjing dari Tiongkok) sama sekali tidak beradab terlebih diucapkan seorang eks menteri," tulis Uki di akun Twitter-nya, Kamis (28/5/2020). 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati