• News

  • Peristiwa

Bergerak atau Mati, Denny: New Normal Bukan Pilihan tapi Keharusan

Denny Siregar
foto: istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Skenario new normal akan diterapkan. Terlebih lagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merilis Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Aturan ini merupakan pedoman kerja di tengah pandemi virus corona. Para pengusaha pun menyambut protokol normal baru bagi perkantoran dan industri yang rinciannya diumumkan Kementerian Kesehatan.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial membuat catatan panjang, Sabtu (30/5/2020) di akun Facebooknya dengan judul "bergerak atau mati." Menurutnya, New normal bukanlah pilihan tapi keharusan. Berikut catatan lengkap Denny:

BERGERAK ATAU MATI

Kondisi new normal itu bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi keharusan..

Para pengusaha yang mempekerjakan ratusan ribu karyawan di Indonesia, sudah mengibarkan bendera putih. Mereka bilang cuma bisa bertahan sampai Juni, kalau tidak, mereka terpaksa harus PHK besar-besaran bahkan mungkin harus menutup perusahaannya.

Dan kalau itu terjadi, maka dampak sosialnya akan dahsyat. Pengangguran bisa membawa api kerusuhan dan bisa menggoyang kestabilan negara.

Situasi inilah yang ditunggu para politikus busuk yang "sok pro rakyat" bahwa new normal adalah pembunuhan massal. Jika terjadi goncangan ekonomi, mereka juga yang akan ngompor2i untuk demo besar dan tujuan akhirnya menggoyang pemerintahan.

New normal adalah konsep menjalankan kembali kehidupan yang normal dgn gaya baru, gaya yang disesuaikan dgn keadaan. Yang biasanya kerja tanpa masker, harus pake masker. Yang biasanya berdesak2an harus jaga jarak.

Tapi intinya tetap, yaitu kembali kerja. Karena kalau kita tidak bergerak, kita mati sendiri.

Pilihannya memang sama2 tidak enak, antara kesehatan atau kelaparan. Memangnya Jokowi dgn senang mengambil keputusan itu ? Dia hanya berani mengambil keputusan yang buruk dari situasi yang paling buruk..

Bangsa kita sudah berkali-kali dihadapkan pada situasi paling sulit dalam perjalanannya. Tapi kita mampu beradaptasi, bertahan bahkan menyeimbangkan diri lagi.

Dulu saja tahun 98, ekonomi kita runtuh. Negara hampir jatuh. Tapi kita akhirnya mampu menyeimbangkan lagi meski awalnya tertatih.

Percaya dirilah, bahwa kita terlahir bukan sebagai bangsa cengeng. Yang terus sembunyi dan menangisi diri, dengan rasa ketakutan yang amat sangat. Kita bangsa petarung, yang mampu melewati badai seberapa besarnyapun ia mengurung.

Bergerak atau mati. Cuma itu pilihan yang ada, mau ambil yang mana ??

Pilihan ada di cangkir kopi anda..

Seruput dulu, ah..

Denny Siregar

 

Sementara sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, apabila tidak ada instruksi pemerintah mengenai new normal soal membuka ekonomi Indonesia maka pengusaha akan melakukan pemutusan kerja sepihak.

"Hal tersebut karena pengusaha bisanya sampai Agustus setelah itu tidak sanggup lagi jadi bisa PHK besar-besaran karena kan enggak ada pemasukan," ungkap Shinta dalam acara IDX Channel di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Sementara itu, di sisi lain new normal bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan para pelaksana implementasi. Maka kombinasi pemerintah sangat penting dari segi pelaksaanaan. Hal ini agar tidak meningkatkan positif korban Covid-19.

"Kita memang akan berbeda dalam membuka usaha karena kita akan lebih ketat dalam protokol kesehatan," tandas dia.

Editor : Taat Ujianto