• News

  • Peristiwa

Cemas Iman Brotoseno Siarkan Pornografi di TVRI, Habib Riziq Disentil ‘Firza mana?‘

Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, cemas TVRI siarkan program pornografi.
foto: cnnindonesia
Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, cemas TVRI siarkan program pornografi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, cemas TVRI menayangkan program-program yang mempertontonkan pornografi usai Iman Brotoseno diangkat menjadi Direktur Utama TVRI.

Lewat pesan singkat yang disampaikan kuasa hukum Damai Hari Lubis, Rizieq mempermasalahkan rekam jejak Iman sebagai kontributor majalah dewasa Playboy Indonesia.

Sontak pernyataan Rizieq langsung viral di jagat medsos. Akun Facebook @Jimmy Midian Marpaung, Sabtu (30/5/2020) membuat cuitan: Hallloooo,,,,,, Rupanya yang disana masih bisa "nonton" TVRI ckckckck,,,klo kangen yah pulang lahhh

@Marina Isdianti: Yg dikandang kambing hak diberitakan ya, juga yang chat di hp,. Kok gak cemas.

@Veronica Widjilestari: JANGAN MERASA SOK BERSIH SOAL PORNO...MEMANG LARI NGIBRIT GEGARA APA...????..JEJAK DIGITAL ITU KEJAM KANG...

@Mardi: Pulang ada yg nunggu cewek cantik

@Ridha: Firza mana

Sebelumnya dilansir CNNIndonesia.com, Rizieq Shihab, lewat pesan singkatnya yang disampaikan kuasa hukum Damai Hari Lubis, mempermasalahkan rekam jejak Iman sebagai kontributor majalah dewasa Playboy Indonesia.

Seperti diketahui, Rizieq pernah memimpin aksi FPI menggeruduk kantor Playboy Indonesia pada tahun 2006 karena menganggap majalah itu menyebarkan pornografi.

"Dikhawatirkan kelak materinya acaranya pun apakah tidak serba pornoaksi atau tidak senonoh. Apa jaminannya karakter dari figur yang seperti itu?" kata Rizieq kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat yang diteruskan Damai, Jumat (29/5).

Rizieq mengaku heran sosok seperti Iman bisa diangkat jadi pimpinan televisi publik. Dia menilai rekam jejak Iman tak mencerminkan sila pertama dan kedua Pancasila.

Dia berpendapat mantan kontributor majalah dewasa, Playboy Indonesia itu, tidak seharusnya menempati jabatan publik, apalagi TVRI. Sebab, televisi itu sedang butuh sosok yang bisa mengemas konten-konten edukatif, bermoral, dan agamis.

"Sebuah organisasi bisa menjadi cermin atau image sosial yang negatif bila pimpinannya tidak bermoral. Jadi sangat tidak pantas menjadi pimpinan televisi nasional," ucapnya.

Terpisah, Iman mengakui rekam jejaknya di majalah dewasa Playboy Indonesia. Dia juga mengakui beberapa cuitan bernada pornografi yang diperdebatkan pengguna Twitter.

Iman bilang Playboy Indonesia tidak seperti versi yang diterbitkan di luar negeri. Dia menjelaskan, majalah itu juga membedah kisah-kisah dari tokoh nasional.

"Tentunya hal ini tidak menghilangkan integritas penulis dan tokoh yang bersangkutan karena substansinya tidak terkait pornografi," tulis Iman dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com dari Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat, Jumat (29/5).

Editor : Taat Ujianto