• News

  • Peristiwa

BPJT Dukung Petugas Penyekatan Arus Balik Antisipasi Gelombang Kedua Wabah COVID-19 

Petugas memeriksa kendaraan di jalan tol dalam rangka penerapan PSBB.
TMC Polda Metro Jaya
Petugas memeriksa kendaraan di jalan tol dalam rangka penerapan PSBB.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT mendukung dan membantu aparat kepolisian dan lembaga-lembaga terkait dalam upaya penyekatan arus balik ke Jakarta serta wilayah Bodetabek untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

"Kita membantu dan mendukung aparat kepolisian, Kementerian Perhubungan serta pihak-pihak terkait untuk menyediakan titik pemeriksaan atau checkpoint, fasilitas transit bagi para petugas yang melakukan operasi di lapangan dan juga memfasilitasi mereka untuk bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Danang mengatakan bahwa fokus BPJT pada pengelolaan di jalan tol ada dua hal. Pertama, bagi pengendalian perjalanan mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk penyekatan-penyekatan di jalan tol.

Artinya itu membatasi dan mengurangi semaksimal mungkin orang-orang untuk melakukan perjalanan, sehingga transmisi dari penyakit COVID-19 dapat tereduksi seminimal mungkin.

"Fokus kita sekarang ini adalah menjaga agar jangan terjadi gelombang kedua atau second wave COVID-19 di Jabodetabek," kata Danang.

Ia menyatakan, warga yang akan kembali ke Jakarta untuk bekerja harus dipastikan kondisi fisiknya sehat. Selain itu, mereka yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) serta dokumen-dokumen kesehatan lainnya untuk keluar masuk Jakarta dan Jabodetabek diharapkan untuk tidak melakukan arus balik.

Ia menilai Jakarta yang sebelumnya pernah menjadi episentrum COVID-19, dan sekarang mulai berangsur-angsur membaik dapat terjaga melalui upaya penyekatan arus balik tersebut sehingga kapasitas pengelolaan transmisi virus ini serta unsur-unsur pemulihan bisa terfokuskan pada yang ada sehingga  tidak menjadi bertambah.

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan atau mereka yang hendak memasuki kawasan Jabodetabek perlu membawa SIKM serta sejumlah dokumen kesehatan lainnya dibutuhkan selama periode pandemi.

Kemudian rest area sudah disediakan dengan protokol yang bagus yakni dengan menjaga jarak, menjaga kesehatan, menjalankan penyemprotan disinfektan, serta fasilitas-fasilitas kebersihan dan kesehatan lainnya.

Menurutnya, dengan demikian mereka yang tetap diperbolehkan untuk melakukan perjalanan dapat terfasilitasi jika mereka ingin menggunakan rest area yang kapasitasnya telah dikurangi menjadi separuhnya baik kapasitas parkirnya maupun fasilitas publiknya.

"Selain itu toko-toko ritel dan restoran yang berada di rest area hanya melayani take away dan tidak melayani makan di tempat. Harapan kita dengan demikian para pengguna jalan tol yang diperbolehkan melalukan perjalanan ketika membutuhkan rest area, maka fasilitas-fasilitas di rest area tersebut telah memenuhi syarat protokol kesehatan," ujar Danang, seperti dilansir Antara.

Editor : Irawan.H.P