• News

  • Peristiwa

Denny Siregar:Kalau Ada yang Ngamuk Karena Batal Haji Berarti Dia Belum Siap ke Tanah Suci

Denny Siregar: Kalau Ada Yang Ngamuk Karena Batal Haji Berarti Dia Belum Siap ke Tanah Suci
Kiblat
Denny Siregar: Kalau Ada Yang Ngamuk Karena Batal Haji Berarti Dia Belum Siap ke Tanah Suci

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar mendukung pemerintah untuk membatalkan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. Menurut Denny, keputusan itu dibuat karena demi menjaga keselamatan jamaah haji Indonesia karena dunia saat ini tengah terjangkit pandemi Covid-19.

Ia justru merasa lucu jika ada masyarakat yang kecewa karena keputusan ini.

"Teman yg hajinya dibatalkan  ngamuk2

Gua ketawa. "Bro, pemerintah itu batalkan haji, buat keselamatan elo sendiri. Kok, ngamuk..

Ibadah itu yg dilihat Tuhan niatnya. Elu sudah berhaji, ketika niat dan usaha itu ada. Kalau ngamuk, berarti lu itu sebenarnya belum siap.." kata Denny Siregar di akun Twitternya, Rabu (3/6/2020).

Sebelumnya, pemerintah membeberkan alasan dibatalkannya ibadah haji tahun ini. Keputusan tersebut diambil mengingat pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

"Pihak Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara mana pun. Akibatnya, pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jemaah," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/6/2020).

Keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1441 Hijriah dituangkan melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020.

Dalam keputusan itu, Fachrul menegaskan bahwa pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

Artinya, pembatalan itu tidak hanya berlaku untuk jemaah yang menggunakan kuota haji pemerintah baik regular maupun khusus, tapi juga jemaah yang akan menggunakan visa haji mujamalah atau undangan, serta furada yang menggunakan visa khusus yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi.


Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani