• News

  • Peristiwa

Nelayan Selamatkan Dua WNI Terjun ke Laut dari Kapal China, Ternyata Korban Trafficking

Dua WNI terombang ambil di laut berhasil diselamatkan nelayan Karimun di Kepri.
Screenshot Instagram Polres Karimun
Dua WNI terombang ambil di laut berhasil diselamatkan nelayan Karimun di Kepri.

KARIMUN, NETRALNEWS.COM – Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan AS memberikan perhatian langsung kepada dua warga negara Indonesia yang terjun dari kapal Lu Qing Yuan Yu dan ditolong nelayan Karimun di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (6/6/2020).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Karimun mengatakan ada sejumlah hal penting yang disampaikan, antara lain menjelaskan kronologi kejadian mulai dari awal hingga ditemukan nelayan.

Kapolres Karimun juga mengatakan, dua warga negara Indonesia yang diketahui bernama Andri Juniansyah ( 21), beralamat di Dusun Kado Permai, Utan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan Reynalfi (30) tahun, beralamat Pemantang Siantar, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar. Keduanya merupakan korban.

Menurut Kapolres Karimun, mereka yang terjun ke laut tersebut bekerja di kapal Lu Qing Yuan Yu, sebagai anak buah kapal.

“Pada saat kapal berbendera China tersebut melewati di line STS di perairan Karimun, kedua pemuda warga negara Indonesia tersebut meloncat dan terjun dari kapal dengan menggunakan life jacket,” ungkap Kapolres Karimun, seperti dilansir di laman resmi Divisi Humas Polri.

Setelah terjun ke laut dari atas kapal, mereka berteriak minta pertolongan. Dan beruntung, setelah tujuh jam terombang-ambing di laut, suara minta tolong tersebut terdengar nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi.

Kemudian, nelayan yang bernama Teungku Azhar langsung memberikan pertolongan. Dua ABK yang dalam kondisi lemah ini langsung dievakuasi ke darat dan nelayan melapor ke Polsek Tebing dan Satpolair Polres Karimun.

Kapolres juga menerangkan, kedua ABK itu memang sudah merencanakan untuk melarikan diri dari kapal tempat mereka bekerja. Karena tidak tahan atas tindakan kasar dan kurang berprikemanusiaan yang mereka alami selama bekerja di kapal tangkap ikan berbendera China tersebut.

Untuk itu, Kapolres menyampaikan perlu adanya tindak lanjut oleh unsur pimpinan dan nantinya setelah dinyatakan cukup kedua orang tersebut akan diantar ke daerah asalnya.

“Untuk kasus ini kita akan berkoordinasi dengan Bupati Karimun, Danlanal Karimun dan sementara ini Kedua orang tersebut diserahkan ke Badan Perlindungan imigran dan laporan diteruskan ke Polda Kepri,” katanya

Sementara Danlanal Karimun, Letkol laut Mandri Kartono mengatakan kejadian ini menjadi atensi untuk TNI AL guna mencegah kejadian serupa terulang lagi.

Menurutnya, kemungkinan 2 orang warga Indonesia yang melarikan diri dari kapal tempat mereka bekerja dan terjun ke laut ini merupakan korban trafficking.

“Dimungkinkan ada sindikatnya yang nantinya akan ditelusuri polisi dan ini juga menjadi atensi bagi TNI AL dalam melakukan penegakan hukum di laut,” imbuhnya.

Dilansir Polres Karimun dalam Instagramnya, kedua pekerja itu dijanjikan bekerja di pabrik garmen Korea dengan gaji Rp25 juta per bulan. Namun pada kenyataannya mereka malah dipekerjakan di kapal nelayan China.

Diungkapkannya juga, mereka kerap dianiaya, tak diberi makan dan istirahat yang cukup, dan tak diberi gaji

Editor : Irawan.H.P