• News

  • Bisnis

Selain Geowisata, Lumpur Sidoarjo Diklaim Bermanfaat untuk Bahan Konstruksi dan Pupuk

Kawasan semburan lumpur di Sidoarjo atau dikenal sebagai Lumpur Lapindo.
pertanian.go.id
Kawasan semburan lumpur di Sidoarjo atau dikenal sebagai Lumpur Lapindo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus melakukan pengendalian semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Demikian disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, hal pertama yang dilakukan berupa pengendalian dengan pengaliran lumpur ke Kali Porong. Untuk itu dibuat tanggul cincin di pusat semburan lumpur untuk mengarahkan aliran lumpur melalui spillway dan dipompa keluar ke Kali Porong.

Hal kedua, kata Basuki, yaitu dilakukan penataan lingkungan untuk pemanfaatan kawasan sebagai tujuan geowisata dengan memperhatikan lingkungan sekitar di mana beberapa sisi areanya bisa dikunjungi oleh masyarakat umum.

Selanjutnya, Kementerian PUPR juga melakukan pengendalian banjir di kawasan terdampak menggunakan pompa pengendali.

Kata Basuki, selain dimanfaatkan untuk tujuan geowisata, ternyata lumpur Sidoarjo berpotensi dimanfaatkan untuk bahan konstruksi seperti bata merah,genteng, agregat dan beton ringan. 

"Selain itu lumpur Sidoarjo mengandung potensi bakteri yang toleran dengan suhu tinggi dalam industri enzim dan antibiotik serta bakteri toleran salinitas tinggi sebagai pupuk hayati," terangnya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus melakukan penanganan infrastruktur dan sosial di daerah terdampak semburan lumpur Sidoarjo.

Pada Tahun Anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp 239,7 miliar untuk penanganan lumpur Sidoarjo dalam rangka meningkatkan pengaliran lumpur ke Kali Porong dan menjaga keandalan tanggul dan infrastruktur lainnya.

"Perhatian Pemerintah tidak berkurang untuk pengendalian lumpur Sidoarjo. Kementerian PUPR akan terus melanjutkan tugas dan fungsi yang prinsipnya tidak ada perbedaan dan memastikan penanganan kepada masyarakat yang terkena dampak dan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas," imbuhnya.

 

Editor : Irawan.H.P