• News

  • Peristiwa

Bakal Jadi Dirut, PA 212: Ahok Ditolak Rakyat Indonesia, Netizen: Kaum Daster Ngamuk

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin
foto: istimewa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Belakangan santer terdengar isu Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut).

Mengetahui itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menegaskan jika keputusan ini benar terjadi, maka akan berdampak pada p*l*c*h*n bagi putra-putri terbaik di Indonesia.

Sedang Ahok adalah produk gagal malah dikasih uji coba dengan mengelola aset bangsa yang sangat berhubungan dengan hajat orang banyak dan vital. Sungguh sudah krisis kepemimpinan negara ini

"Posisi Ahok walau menjadi Dirut sekalipun adalah bentuk p*l*c*h*n terhadap putra putri bangsa Indonesia karena banyak putra-putri Indonesia yang sangat berprestasi dan profesional di bidangnya serta punya martabat dan berakhlak," katanya kepada Tagar, Selasa, 9 Juni 2020.

Berita tersebut membuat riuh warganet di media sosial. Akun Facebook @Arie Arfian membagikan kiriman dan berkomentar:

Ahok Yg Lagi Naik Daun kok Kaum Daster Cingkrang yg Ngamuk2 ...,
Apa Hubungannya Coba ...kwak kak ka kak

@Hans Lucas:

"Sedang Ahok adalah Produk Gagal malah dikasih uji coba dengan mengelola Aset Bangsa yang sangat berhubungan dengan hajat orang banyak dan vital. Sungguh sudah krisis kepemimpinan Negara ini," ujarnya.

Dia menganggap, penolakan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) terhadap keberadaan pria yang akrab disapa BTP supaya menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk memberikan posisi strategis tersebut.

@Ahmad Arifullah: kapan brenti ngamuknya? kok ngamuk mulu


Sebelumnya diberitakan, Novel Bamukmin menjelaskan, seyogiyanya yang menduduki posisi Dirut adalah orang-orang yang memiliki sepak terjang mumpuni dalam mengelola unit bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Lantas dia menyebut Ahok merupakan produk gagal yang sengaja dibuat menjadi uji coba dalam memimpin perusahaan pelat merah tersebut.

"Sedang Ahok adalah produk gagal malah dikasih uji coba dengan mengelola aset bangsa yang sangat berhubungan dengan hajat orang banyak dan vital. Sungguh sudah krisis kepemimpinan negara ini," ujarnya.

Dia menganggap, penolakan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) terhadap keberadaan pria yang akrab disapa BTP supaya menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk memberikan posisi strategis tersebut.

"Padahal ketika itu di Pertamina sudah terjadi keresahan bahkan sudah sempat aksi masa para FSPPB (federasi serikat pekerja pertamina bersatu) jelas Ahok tertolak oleh rakyat Indonesia," ucap Novel.

Sebelumnya pada November 2019, beredar video Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersama (FSPPB), Arie Gumilar tengah berorasi menyinggung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai seorang residivis kriminal yang akan membuat ribut Pertamina setiap saat.

Orasi Arie di dalam ruangan disaksikan kurang lebih ratusan orang. Dia meminta kepada seluruh anggota FSPPB yang hadir agar memikirkan secara logis, dampak apabila Ahok menjadi petinggi di perusahaan pelat merah ini.

"Pertamina adalah perusahaan yang besar. Pertamina adalah perusahaan yang strategis yang tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali dan itu harus aman, tenteram, lancar," katanya.

Editor : Taat Ujianto