• News

  • Peristiwa

Ancam Penggal Kepala, Saat Bertemu Berubah, Denny: Mereka Sebenarnya Sayang Padaku

Denny Siregar
foto: istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar, dikenal warganet dengan berbagai julukan. Ada yang kagum dengan kekritisannya yang kocak, jahil, sering menyentil pihak oposan, dianggap pendukung Pemerintah Jokowi, sering disebut buzzerRp, bahkan ada yang kadang mengancam membunuh karena jengkel dengan tulisan-tulisannnya di medsos.

Kamis (11/6/2020), ia mengungkap bagaimana saat ia bertemu dengan seseorang yang mulanya tak suka dengan tulisan Denny. Namun uniknya, saat ngobrol, orang itu kemudian berubah pikiran dan memahami cara pandang Denny.Usai ngobrol, orang itu minta foto bersama.

Menurut Denny, kejadian semacam ini sudah seringkali terjadi. Di medsos, seseorang mengancam penggal, membunuh, mencaci, tetapi saat bisa bertemu dan ngobrol bersama, seringkali orang itu berubah pikiran dan tak segarang dalam medsos.

"Yang komen maki2 disini, pasti gitu juga. Keliatan serem kalau sudah ngomong 'penggal' 'bunuh' dan lain2. Tapi kalau ketemuan, pasti akan berubah drastis. Mereka itu sebenarnya sayang padaku, cuma memang begitulah cara mengungkapkannya," tulis Denny.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

KISAH DALAM SECANGKIR KOPI

Lagi santai nongkrong di smoking room sebuah cafe dalam bandara, tiba2 ada orang gak dikenal datang.

Dia langsung nyamperin dan bertanya, "Bang Denny ya ?" Saya pun lalu menengok kearahnya. Wajahnya kelihatan geram, menahan sesuatu.

"Iya, ada apa ?" Jawabku santai. Dia langsung meluapkan kekesalannya padaku, pada tulisanku, pada twit2ku, pada videoku. Dianggapnya saya provokator dan selalu membuat keributan. Sudah selesai dia meluapkan kekesalannya, aku senyumin dia.

Ternyata senyum adalah senjata pemusnah massal. Wajahnya langsung berubah, mungkin tidak percaya. Dia kira akan dia akan dapat balasan, ternyata tidak.

Ya memang gak penting juga membalas.

Akhirnya malah ngobrol. Dia pengen tau sudut pandangku, dan ternyata dia banyak setujunya. Hanya selama ini selalu salah paham, karena hanya melihat sepotong berita. Dan akhirnya, seperti biasa, minta foto bersama. Dia pun pergi karena sudah boarding.

Ini mungkin yang ke 20 kalinya saya berada dalam situasi yang sama. Pernah di Riau. Pernah juga di Tokyo di depan imigrasi, dikejar seseorang, diancam2 dan akhirannya dia minta foto bareng. Beberapa kali naik Mobil Online dgn driver yang keras dan kontra.

Sungguh, tidak ada sedikitpun rasa takut dgn situasi itu. Karena prinsip yang kupegang, tak kenal maka tak sayang. Kenal dululah, biar paham. Dan akhirnya foto bersama menutup cerita.

Yang komen maki2 disini, pasti gitu juga. Keliatan serem kalau sudah ngomong "penggal" "bunuh" dan lain2. Tapi kalau ketemuan, pasti akan berubah drastis.

Mereka itu sebenarnya sayang padaku, cuma memang begitulah cara mengungkapkannya.

Hanya sialnya. Dari semua yang pernah ketemu dan mengancam, tidak ada satupun dari mereka yang berakhir dgn kalimat, "kopinya biar saya yang bayar, bang.."

Gak pernah ada. Udah ngancem2, tetap aja gua bayar kopi sendiri juga.

Huff..
Denny Siregar

Editor : Taat Ujianto