• News

  • Peristiwa

Syarman: TKA China Bawa Skill Ditolak, Arab Bawa Lendir di Puncak pada Mingkem, Waraskah?

Prostitusi terselubung di Puncak dengan pelanggan orang Arab mencuat beberapa waktu lalu
foto: suara.com
Prostitusi terselubung di Puncak dengan pelanggan orang Arab mencuat beberapa waktu lalu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wisatawan asing terutama asal Timur Tengah mulai memesan vila atau rumah sewa di kawasan Pacet, Cipanas Puncak-Cianjur.

Hingga kini berita tersebut masih menjadi sorotan warganet di sosial media. Sabtu (13/6/2020), akun Twitter @Syarman Lawyer viral di Facebook. Ia menulis:

TKA China datang membawa skill dan investasi ditolak, giliran Arab membawa lendir kawin kontrak pada mingkem bae, waraskah?

Pernyataan Syarman ditanggapi warganet lainnya:

@Saridin Samuel Purba: Ini yang merusak ahlak dan moral orang2 sekitar, kasihan ya kok pada diem wk wk

@Edi Rusmana: Sejahat jahatnya manusia, sekikir kikirnya manusia, ya orang arab..(jahiliyah). Jangan setiap orang arab dibilang habib..


Sebelumnya dilansir JPNN.com, wisatawan Timur Tengah berdatangan ke Puncak.

“Memang kini telah mulai ramai lagi vila-vila di wilayah Sukanagalih dan sekitarnya. Setelah beberapa pekan lalu mengalami penurunan peminat,” ujar Kepala Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet, H Dudung Djaenudin saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020).

Dudung menyebut, vila yang biasanya didominasi oleh wisatawan Timur Tengah pun kini mulai berangsur normal. Salah satunya di Kota Bunga. Bahkan sebagain telah banyak yang memesan.

“Iya alhamdulillah, dari mulai beberapa hari kemarin kelihatan sudah ada wisatawan yang biasa sewa vila di sini. Ini bisa membuat ekonomi mulai membaik bagi masyarakat kami,” katanya.

Menurutnya, kedatangan turis asal Timur Tengah itu biasanya sudah terjadwal alias memiliki agenda rutin. Namun, karena kemarin sempat terkendala adanya darurat Covid-19, jadi agenda tersebut cukup terhambat.

Salah satu waktu yang sering ramai, yakni di antaranya sesudah bulan puasa dan menjelang Tahun Baru nanti.

“Kalau bukan bulan itu, biasanya turis asing tidak banyak paling hanya belasan orang,” tambahnya.

Selain mereka yang berwisata, warga timur tengah juga, tidak sedikit yang mencari suaka. Pasalnya pada beberapa wilayah di timur tengah masih kerap terjadi konflik.

“Karena adanya momen dan tempat wisata yang lebih elok di Utara ini, makanya banyak turis Arab juga yang memilih tinggal dan sewa di Kota Bunga ini,” katanya.

Salah seorang pengelola vila di Kota Bunga, Ujang (bukan nama asli) mengaku, saat ini di beberapa blok telah mulai ramai kembali para turis asing khususnya timur tengah yang sewa vila. Bahkan ia menyebut, mereka rata-rata membayar paket sewa yang telah ditentukan penyedia vila.

“Misalnya paket 15 hari, dengan biaya yang sudah disesuaikan itu berikut dengan juru masak, sopir, dan biaya guider,” katanya.

Menurutnya, tak begitu ada kekhawatiran dengan adanya para pelancong timur tengah yang sewa vila di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun, tetap juga ia dan rekan-rekannya mengikuti prosedur kesehatan.

“Iya paling tetap pakai masker, dan selalu bawa hand sanitizer. Supaya tetap jaga keseWisatawan asing terutama asal Timur Tengah mulai memesan vila atau rumah sewa di kawasan Pacet, Cipanas Puncak-Cianjur.Sebelumnya dilansir JPNN.com, wisatawan Timur Tengah berdatangan ke Puncak.

“Memang kini telah mulai ramai lagi vila-vila di wilayah Sukanagalih dan sekitarnya. Setelah beberapa pekan lalu mengalami penurunan peminat,” ujar Kepala Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet, H Dudung Djaenudin saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020).

Dudung menyebut, vila yang biasanya didominasi oleh wisatawan Timur Tengah pun kini mulai berangsur normal. Salah satunya di Kota Bunga. Bahkan sebagain telah banyak yang memesan.

“Iya alhamdulillah, dari mulai beberapa hari kemarin kelihatan sudah ada wisatawan yang biasa sewa vila di sini. Ini bisa membuat ekonomi mulai membaik bagi masyarakat kami,” katanya.Menurutnya, kedatangan turis asal Timur Tengah itu biasanya sudah terjadwal alias memiliki agenda rutin. Namun, karena kemarin sempat terkendala adanya darurat Covid-19, jadi agenda tersebut cukup terhambat.

Salah satu waktu yang sering ramai, yakni di antaranya sesudah bulan puasa dan menjelang Tahun Baru nanti.

“Kalau bukan bulan itu, biasanya turis asing tidak banyak paling hanya belasan orang,” tambahnya.

Selain mereka yang berwisata, warga timur tengah juga, tidak sedikit yang mencari suaka. Pasalnya pada beberapa wilayah di timur tengah masih kerap terjadi konflik.

“Karena adanya momen dan tempat wisata yang lebih elok di Utara ini, makanya banyak turis Arab juga yang memilih tinggal dan sewa di Kota Bunga ini,” katanya.

Salah seorang pengelola vila di Kota Bunga, Ujang (bukan nama asli) mengaku, saat ini di beberapa blok telah mulai ramai kembali para turis asing khususnya timur tengah yang sewa vila. Bahkan ia meny.hatan,” ujarnya.

Editor : Taat Ujianto