• News

  • Peristiwa

PA 212 Minta Poyuono Dipecat, DS: Kalo Sampe Dipecat, Gerindra Sudah Terpapar Kadrunisme

Pegiat Media sosial, Denny Siregar.
Istimewa
Pegiat Media sosial, Denny Siregar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arif Poyuono tentang PKI adalah mainan kadrun terus melaju bak bola salju. 

Bahkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif berani meminta Partai Gerindra untuk memecat Arif. 

Permintaan itu pun ditanggapi oleh pegiat media sosial Denny Siregar. Menurutnya, jika Gerindra sampai benar memecat Arif, maka partai itu dipastikan sudah terpapar kadrunisme. 

"Kita lihat aja.. Kalo sampe dipecat dari @Gerindra hanya karena bilang "PKI itu buatan kadrun", maka kita patut curiga partai Gerindra yang misinya katanya nasionalis itu sudah terpapar kadrunisme.." kata Denny di akun Twitternya, Jumat (19/6/2020).

Sebelumnya, seperti dilansir CNN Indonesia, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif meminta Partai Gerindra memecat Arif Poyuono (AP) usai melontarkan pernyataan kontroversial soal isu PKI mainan kadrun.

"Gerindra wajib pecat Poyuono," kata Slamet, Kamis (18/6).

Diketahui, kadrun merupakan akronim kadal gurun yang kerap disematkan kepada kelompok Islam kanan yang sebagiannya menyatakan dukungan pada khilafah dalam bentuk-bentuk tertentu.

Slamet meyakini gerakan neo-PKI telah digerakkan usai reformasi pada 1998. Gerakan itu saat ini telah masuk ke barisan pemerintahan dan parlemen, klaim Slamet.

"Kita sudah lama dan mengumpulkan indikasi-indikasi kebangkitan Neo PKI," klaimnya.

"Mereka mulai berani berusaha masuk dalam ketatanegaraan, baik melalui munculnya BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) dan sekarang menginisiasi RUU HIP yang sangat membahayakan Pancasila," imbuh dia, tanpa merinci bukti nyata keberadaan neo-PKI lebih lanjut.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli