• News

  • Peristiwa

Jika Dipanggil Gerindra, Poyuono Ogah Datang, Netizen: Dulu Menjatuhkan Kini Menjilat

Arief Poyuono
foto: fajar.co
Arief Poyuono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Kehormatan (MK) DPP Gerindra berencana memanggil Arief Poyuono atas pernyataan 'kebangkitan PKI dimainkan kadrun'. Waketum Partai Gerindra ini ogah memenuhi panggilan itu karena merasa yakin pernyataannya adalah fakta.

Pernyataan Poyuono langsung ramai ditanggapi warganet di sosial media. Akun Facebook @Suparti Tambuwun, Sabtu (20/6/2020) ikut membagikan tautan dengan memberikan komentar:

Poyuono lalu menyinggung soal politik .
Ia juga menyebut kini Gerindra terkesan menjadi wadah untuk kadrun
Yg pasti isu itu untuk memecah belah bangsa dan ujungnya untuk memakzulkan kang mas Joko Widodo .
Jadi saya sebagai kader partai yg berkoalisi dg pak Joko Widodo wajib untuk membantu pak Joko Widodo , ujar Poyuono
Poyuono Ogah Datang Jika Dipanggil Gerindra, Tetap Yakin 'PKI Dimainkan Kadrun'

@Su Bu Sat:

Politik ya spt itu......
Lawan jadi kawan...
Kawan jadi lawan.....
Dulu berusaha menjatuhkan, sekarang menjilat
Aaaaasudaaahlah.....

@Charlie Cen:
Mantap pak puyono,sama2 menjaga NKRI tercinta ini...


Sebelumnya dilansir Detik.com, Waketum Partai Gerindra ini ogah memenuhi panggilan itu karena merasa yakin pernyataannya adalah fakta.

"Biar aja, saya tidak akan datang dan tetap pada pendirian saya kalau isu bangkitnya PKI itu hanya omong kosong dan nggak ada buktinya," ujar Poyuono kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).

Dia juga meyakini tak akan mendapatkan sanksi atas pernyataannya. Poyuono menyatakan dia berbicara berdasarkan fakta yang ada.

"Kok sanksi sih.... Memang saya salah ngomong fakta? Memang ada tuh PKI bangkit? Kalau bangkit pasti dibubarin aparat hukum dong kan ideologi terlarang," sebutnya.Poyuono lalu menyinggung soal pilihan politik. Ia juga menyebut kini Gerindra terkesan menjadi wadah untuk kadrun.

"Bagi saya berpolitik pakai akal sehat dan nalar bukan pakai propaganda kampungan yang diketawain masyarakat dan ditinggal masyarakat," kata Poyuono.

"Nah, framing yang sekarang kan akhirnya Gerindra seakan akan jadi partai tempatnya kadrun. Masyarakat sudah cerdas, apalagi generasi milenial sudah sangat cerdas dalam menilai politik Indonesia," sambungnya.

Menurut Poyuono, isu kebangkitan PKI ditujukan untuk menyerang Presiden Joko Widodo. Karena Gerindra kini berkoalisi dengan Jokowi, ia merasa harus memberi pembelaan.

"Yang pasti isu itu untuk memecah belah bangsa dan ujung mau memakzulkan Kangmas Joko Widodo. Jadi saya sebagai kader partai yang berkoalisi dengan pak Jokowi wajib untuk membantu Pak Jokowi," ucap Poyuono.su-isu soal kebangkitan PKI dinilai untuk memecah belah bangsa. Apalagi saat ini pemerintah Jokowi, kata Poyuono, sedang berfokus menangani imbas dari pandemi virus Corona (COVID-19).

"Jelas kok ada keanehan masa isu PKI Bangkit ditiup saat Pemerintahan pak Joko Widodo lagi berjibaku dan kerja keras menanggulangi dampak COVID-19 yang berdampak pada menurunnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ini kan jelas-jelas mau buat kacau dan ujungnya memakzulkan Jokowi," urainya.

Poyuono juga menyatakan sang ketum, Prabowo Subianto tak menegur dia atas pernyataan isu PKI dimainkan kadrun. Ia menyebut sudah ada pemahaman antara dia dan Prabowo.

"Enggak tuh (ditegur Prabowo). Dia sangat kenal dan tahu apa yang sedang saya lakukan," tegas Poyuono.

Masalah ini berawal saat Poyuono berbicara soal isu kebangkitan PKI dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube. Ia menyinggung soal kadrun ketika ditanya siapa yang membangkitkan isu kebangkitan PKI itu.
"Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," sebut Poyuono dalam wawancara itu.

Pernyataan Poyuono menuai polemik. MK Gerindra pun akhirnya memutuskan akan memanggil Poyuono.

"Ya beliau akan dipanggil segera, tapi untuk penentuan jadwal kami Majelis Kehormatan DPP akan rapat dahulu hari Senin," kata Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman ketika dihubungi, Rabu (17/6).

Editor : Taat Ujianto