• News

  • Peristiwa

Gelontorkan Rp168 Miliar Bikin Lomba Video,Musni Umar Sindir Tito, Padahal Duit dari Utang

Musni Umar Sindir Mendagri terkait lomba Video New Normal.
Hajinews
Musni Umar Sindir Mendagri terkait lomba Video New Normal.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelontorkan anggaran Rp168 miliar sebagai hadiah untuk pemenang lomba video simulasi protokol tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Program Kemendagri ini pun menuai tanggapan, salah satunya akademis Musni Umar. Melalui akun twitternya, Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini pun menilai Kemendagri menghambur-hamburkan uang dengan menggelar lomba new normal.

"Buang-buang duit lomba New Normal. Padahal duit diperoleh dari utang," kata Musni dalam akunnya @musniumar.

Sebelumnya terkait lomba video new normal, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan angka itu diberikan dalam bentuk dana insentif daerah (DID) kepada 84 pemda pemenang. Pemenang pertama diberikan Rp3 miliar, pemenang kedua Rp2 miliar, dan pemenang ketiga Rp1 miliar.

"Sehingga total pemenang berjumlah 84, terdiri atas juara I, II dan III untuk 7 sektor kehidupan dan 4 klaster pemda dengan total hadiah DID Rp168 miliar," kata Tito saat membuka Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6/2020)

Pemda yang ikut serta diminta mengirimkan video berdurasi 2 menit. Video itu berisi simulasi protokol kesehatan yang dibuat dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder lokal.

Tito menyebut telah ada 2.517 video simulasi protokol new normal yang telah dikirimkan berbagai pemda. Mantan Kapolri itu bilang kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mengampanyekan new normal.

"Sebagai sesuatu yang baru maka tatanan ini memerlukan tahap pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Pra kondisi ini dilakukan dengan membuat protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan dan melakukan simulasi-simulasi," tutur Tito.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani