• News

  • Peristiwa

Dugaan Keterlibatan Bakrie Grup di Skandal Jiwasraya, Pengamat: Bongkar, Jangan Ditutupi 

Pengamat Ekonomi Salamuddin Daeng
Kedai Pena
Pengamat Ekonomi Salamuddin Daeng

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Ekonomi Salamuddin Daeng berpendapat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memerintahkan Jaksa Agung untuk membuka penyelidikan dan penyidikan dalam jual beli saham terkait kasus dugaan skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), termasuk dugaan keterlibatan Bakrie Grup.

"Jaksa Agung kan dibawah presiden. Mestinya, beri komando ke Jaksa Agung agar jangan main-main dengan kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” kata Salamuddin Daeng di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Daeng menyebut, aparat penegak hukum juga tidak perlu ragu untuk membongkar kasus ini secara terang benderang. Karena hal tersebut penting untuk menghindari tudingan adanya barter politik dalam skandal Jiwasraya. 

Diketahui, soal menyangkutnya Jiwasraya dalam saham-saham yang terafiliasi dengan Group Bakrie pernah diberitakan Tempo pada Maret lalu. Tempo pernah menuliskan, Jiwasraya setidaknya berinvestasi di 10 perusahaan yang terafiliasi dengan Group Bakrie.

Namun Kejaksaan Agung menyatakan belum ada perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Bakrie atau Bakrie Group dalam kasus dugaan korupsi di asuransi plat merah itu.

"Saya kira, Jaksa Agung jangan ragu menangani kasus ini. Mau Bakrie Grup kek, mau Bank BUMN kek, siapapun harus diperiksa. Nggak perlu ada yang ditutup-tutupi,” ujar Daeng. 

Menurutnya, upaya membongkar kasus Asuransi Jiwasraya ini menjadi taruhan kredibilitas Presiden. Jika penanganan kasus Jiwasraya kurang optimal, maka tuduhan publik bisa saja mengarah ke Presiden. 

“Apalagi, publik juga sudah mencium gelagat bahwa kasus Jiwasraya ini bagian dari oligarki kekuasaan,” tutur Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) itu. 

Lanjutnya, skandal Jiwasraya harus dituntaskan dan dibuka secara terang benderang agar masalah itu tidak digeser-geser ke politik dan dikait-kaitkan dengan pemilu presiden 2019 lalu. Pasalnya, indikasi keterkaitan dengan pemilu 2019 sangat kuat. Apalagi, kasus ini terjadi menjelang pemilu. Sehingga diduga kuat ada kaitannya dengan bancaakan oligarki.

“Jadi, siapa saja yang patut diduga terlibat dalam kongkalikong kasus Jiwasraya, mulai siapa yang memanfaatkan, penempatan dananya, model investasinya ini harus diusut tuntas dan semua harus dibuka dan harus dipanggil,” ungkapnya.

Lebih jauh, Daeng mengungkapkan bahwa penegakan hukum kasus Asuransi Jiwasraya ini sangat penting guna memberi pesan kepada investor bahwa iklim investasi di Indonesia kondusif.

“Kalau benar serius, maka kerugiaan Jiwasraya sebelum 2008 harus diusut. Dan akan membuka secara terang benderang, siapa saja yang terlibat,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli