• News

  • Peristiwa

Gegara Bendera PDIP Dibakar, Denny: Malem2 Gentayangan Kayak Kampret

Denny Siregar
foto: istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial, Denny Siregar selama beberapa hari terakhir menyoroti aksi pembakaran bendera PDIP yang dilakukan massa demo tolak RUU HIP. Melalui akun Facebooknya, Jumat (26/6/2020) ia membuat cuitan:

Lagi mantau kadrun... Malem2 gentayangan, kayak kampret aja..

Sebelumnya diberitakan, insiden pembakaran bendera PDIP dalam demo RUU HIP di gedung DPR berbuntut panjang. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memerintahkan kadernya untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

Namun menurut pegiat media sosial Denny Siregar, masalah ini tidak akan pernah selesai jika yang dihukum hanya pembakar benderanya saja, melainkan juga harus diusut siapa dalang dibelakangnya. 

"Seharusnya bukan hanya pembakar bendera @PDI_Perjuangan yang diusut, Tetapi juga org2 dibelakangnya yg menggerakkan demo, motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah spt ini tdk akan pernah selesai.." kata Denny di akun Twitternya, Kamis (25/6/2020).

Kemarahan kader PDIP terpantik melihat aksi pembakaran bendera partai mereka di demo RUU HIP kemarin.

Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan menginginkan agar pelakupembakar bendera partai berlambang banteng moncong putih itu saat demonstrasi di gedung DPR/MPR, Rabu (24/6/2020), ditangkap.

"Kita menuntut pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan kemarin, dapat segara ditangkap sesuai hukum yang berlaku," kata Sekretaris Cabang DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Ekowicaksono di Markas Polrestro Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020), seperti dikutip Antara.

Sekitar 200 massa simpatisan dan kader PDI-P mendatangi Mapolrestro Jakarta Timur mengendarai sepeda motor dan berjalan kaki dengan membawa atribut partai politik.

Ekowicaksono menambahkan, pembakaran bendera PDI-P telah melecut amarah kader PDIP Perjuangan di seluruh Jakarta Raya.

"Kita akan melakukan aksi serentak melaporkan kejadian kemarin ke polres masing-masing wilayah," ujarnya.

Editor : Taat Ujianto