• News

  • Peristiwa

Irjen Waterpauw: 27 Kasus Penyerangan KKB, 5 Sipil dan 2 TNI-Polri Tewas, 12 Luka-Luka

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw
foto: antara
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, menggelar refleksi semester pertama pencapaian kinerja di lingkungan Polda Papua, Jumat (26/6/2020).
 
Kegiatan yang dihadiri Waka Polda Papua Brigjen Pol Yohanes Marjuki dan Kabid Humas Kombes Ahmad Kamal serta pejabat dilingkungan Polda Papua dipusatkan di aula Rupatama Mapolda Papua di Kota Jayapura.
 
Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam kesempatan itu mengakui dampak pandemi COVID-19 juga dirasakan di Papua termasuk meningkatnya kasus kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
 
Selain curanmor, kasus lainnya yang meningkat adalah pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat, dan pengeroyokan.
 
"Bahkan meningkatnya kejahatan konvensional juga diduga akibat asimilasi terhadap narapidana yang ternyata kembali kambuh dan melakukan tindak kejahatan, "kata Irjen Pol Waterpauw seraya mengaku pihaknya sudah meminta polres-polres untuk mendata ulang.
 
Selain kejahatan konvensional yang meningkat selama pandemi COVID-19 juga peningkatan terjadi dikejahatan trans nasional seperti cyber crime dan narkoba, jelas Irjen Pol Waterpauw.
 
Refleksi Semester I yang dilaksanakan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74 itu mantan Kapolda Sumut mengaku untuk penanganan kasus KKB tercatat terjadi 27 kasus yang terjadi di Kabupaten Nduga, Mimika, Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Kabupaten Paniai.
 
Akibat penyerangan yang dilakukan KKB mengakibatkan lima warga sipil meninggal, dan dua personel TNI-Polri meninggal serta 12 orang luka-luka termasuk delapan anggota TNI-Polri dan satu rumah ibadah dibakar.
 
KKB masih menjadi ancaman utama bagi warga sipil dan anggota TNI-Polri, dan diduga mendapat pasokan dari luar Papua termasuk luar negeri.
 
Beberapa waktu lalu berhasil diamankan senjata asal Philipina yang masuk melalui Sulawesi Utara kemudian dibawa dan di tangkap di Papua Barat.
 
"Senjata api itu diduga akan dipasok ke Papua," jelas Kapolda Irjen Pol Waterpauw.

Editor : Taat Ujianto