• News

  • Bisnis

Pengusaha Malaysia Sebut Industri Sawit Ambruk Jika Pekerja Indonesia Tak Boleh Masuk

Ilustrasi kelapa sawit.
Ilustrasi kelapa sawit.

KUALA LUMPUR, NETRALNEWS.COM - Pelaku usaha perkebunan sawit di Malaysia mendesak pemerintah mengizinkan kembali tenaga kerja asing (TKA) masuk.

Jika tidak diperbolehkan masuk, industri kelapa sawit di Malaysia akan terpuruk, kata pihak asosiasi, lewat pernyataan tertulis, akhir pekan ini.

Permintaan itu, menurut pihak asosiasi, bertujuan menyelamatkan usaha kebun sawit serta memudahkan perusahaan agar dapat segera merekrut karyawan asing.

Industri kelapa sawit di Malaysia menghadapi kelangkaan tenaga kerja selama pandemi. Pasalnya, 70 persen pekerja perkebunan dan sektor terkait lainnya bergantung pada pekerja asing, khususnya tenaga kerja asal Indonesia dan Bangladesh.

Malaysia menempati urutan kedua untuk produsen kelapa sawit terbanyak dunia dan eksportir minyak sawit.

Ribuan pekerja asing pulang ke negara asalnya, meninggalkan perkebunan, karena otoritas di banyak negara menutup perbatasan selama pandemi COVID-19. Kondisi itu menambah tekanan bagi sektor kelapa sawit yang 2-3 persen pekerja asingnya pulang tiap tahun.

"Kekhawatiran utama (asosiasi, red) musim panen akan tiba sebentar lagi, beberapa bulan dari sekarang, dan industri kelapa sawit sangat bergantung dengan para pekerjanya," kata asosiasi yang mewakili pemilik perkebunan skala kecil dan menengah, dalam laporan Reuters yang dikutip Antara.

Pihak asosiasi menyebutkan turunnya produksi kelapa sawit dapat mengurangi persediaan minyak sawit mentah (CPO) dan minyak kernel kelapa sawit (PKO) karena tingkat ekstraksi terus menurun setelah tahun ini. Meskipun masalah itu dapat meningkatkan harga CPO, pihak asosiasi memperingatkan pemerintah perkebunan yang kosong dapat menyebabkan industri kelapa sawit terpuruk.

 

Editor : Irawan.H.P