• News

  • Peristiwa

Sindir Kemendikbud Soal PPDB DKI, Netizen: Siswa Gagal Terganjal Usia Bisa Cekidot Cekidot

Demosntrasi orangtua siswadi DKI Jakarta terkait PPDB
foto: cnnindonesia
Demosntrasi orangtua siswadi DKI Jakarta terkait PPDB

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) angkat suara terkait gelombang protes orang tua siswa pada Penerimaan Peserta Didik (PPDB) zonasi DKI Jakarta. Kemendikbud menunggu solusi Pemprov DKI untuk siswa yang belum diterima karena terganjal usia.

Hingga hari ini sikap Kemendikbud masih menjadi sorotan publik. Akun Facebook @Mak Lambe Turah, Selasa (30/6/2020) membagikan tautan dan berkomentar: lanjutan PPDB bagi para siswa murid yang gagal masuk gegara terganjal usia bisa cekidot cekidot, selamat morning

@Herman Salim: Namanya juga pecatan ya jangan berharap banyak soal pendidikan akan bagus hasilnya

@Putu Widyasari: Kirain bener Ada solusi...


Sebelumnya dilansir Detik.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) angkat suara terkait gelombang protes orang tua siswa pada Penerimaan Peserta Didik (PPDB) zonasi DKI Jakarta. Kemendikbud menunggu solusi Pemprov DKI untuk siswa yang belum diterima karena terganjal usia.

"Tunggu pengumuman Disdik DKI terkait solusi yang akan diambil untuk calon siswa yang belum dapat sekolah," ujar Plt Dirjen PAUD-Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Hamid berharap Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera mencarikan solusi kepada calon peserta didik itu. Dia berharap masalah PPDB DKI yang disoalkan oleh orang tua siswa segera diatasi.

"Kalau sudah diselesaikan Disdik DKI berarti masalahnya sudah dapat diatasi," jelasnya.

Sebelumnya, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkap adanya laporan siswa stres akibat PPDB DKI Jakarta 2020. Komnas PA telah menerima 4 laporan siswa yang stres hingga mencoba bunuh diri."Karena ada dampaknya dari PPDB dilaksanakan tidak adil dan melanggar undang-undang, anak stres berat. Akibat stres berat itu, ada percobaan bunuh diri," kata Ketua Komnas PA, Arist Sirait, di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakpus.

Lebih lanjut Arist mengatakan sudah ada 4 orang tua yang melaporkan hal tersebut ke Komnas PA. Menurut Arist, anak-anak tersebut menunjukkan sikap mengurung diri di kamar, bahkan menolak masuk ke sekolah swasta.

"Jadi ada 4 yang dilaporkan oleh ibunya ke Komnas Perlindungan Anak, 'anak saya sudah memulai melakukan percobaan bunuh diri dengan mengurung diri di kamar. Dan ditawarkan sekolah swasta juga tidak mau'. Jadi artinya dia sudah depresi. Nah sebuah depresi kalau dibiarkan maka mengarah pada bunuh diri," ujar Arist

Editor : Taat Ujianto