• News

  • Peristiwa

Pertanyakan Aksi Risma Sujud, Netizen: Asli Gw Jijik Banget

Risma bersujud sambil meminta maaf di hadapan dokter usai mendengar kesulitan yang dialami tenaga kesehatan dan pengelola RS.
Genpl
Risma bersujud sambil meminta maaf di hadapan dokter usai mendengar kesulitan yang dialami tenaga kesehatan dan pengelola RS.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan para direktur rumah sakit di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020).

Dalam pertemuan itu, Risma bersujud sambil meminta maaf di hadapan dokter usai mendengar kesulitan yang dialami tenaga kesehatan dan pengelola RS. Sejumlah netizen pun menyatakan aksi tersebut cukup berlebihan atau lebay.

Salah seorang netizen bernama William Runturambi mengaku jijik dengan aksi yang dilakukan Walikota Surabaya tersebut. "Asli ini, gw jijik banget lht video," kata @W_runturambi.

Senada dengan William, beberapa netizen pun menganggap aksi Risma tak pantas dilakukan seorang pejabat daerah. Bahkan netizen lain pun menganggap aksi tersebut telah dipersiapkan atau settingan.

Firman Damopolii @fimandamop "Baru kali ini liat pejabat daerah kelakuannya begitu.. gak banget lah"

ViviTan @ViviTanxx "oh nooo..! si baju merah kecepetan berdirinya"

BONO 9uanen @trilink "yg baju merah kok bs tau2 berdiri ya? apa sudah tau mau ndelosor kah?"

Edy Bayo Regar @Regar_Oposisi "Manusia tak ber iman, Hanya kepadaAllah SWT yg pantas tempat bersujud"

Seperti dilihat dari unggahan video YouTube, Risma bersimpuh seraya menangis. Para dokter itu merasa tidak enak hingga memaksa agar Risma tidak lagi bersujud.

Dalam audensi itu, Risma mendengar keluhan ruang isolasi sudah penuh karena banyak pasien yang dirawat. Ketua Pinere RSU dr Soetomo, dr Sudarsono bahkan menyampaikan, itu overload pasien Covid-19 karena masih banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Menanggapi hal itu, Risma mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa masuk ke RS milik Pemprov Jatim seperti RSU dr Soetomo. Pemkot Surabaya tidak bisa masuk untuk berkomunikasi.

"Tolonglah kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati. Kita masih ngurus orang meninggal jam 03.00 pagi, bukan warga Surabaya. Kami masih urus," kata Risma sambil menangis.

"Saya memang goblok, saya gak pantas jadi wali kota," lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Sampai dengan hari ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Surabaya mencapai 5.510. Dari jumlah itu, sebanyak 2.238 sembuh, dirawat 2.854, dan meninggal 418.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati