• News

  • Peristiwa

Sindir Anies Menghilang Saat Kisruh PPDB DKI, DS: Waktu Covid Dia Tiap Hari Konpers

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali jadi sasaran tembak dari pegiat media sosial Denny Siregar. Kali ini Denny mengkritik Anies yang tak pernah hadir di publik saat warga Jakarta tengah dipusingkan dengan masalah PPDB atau Pendaftaran Peserta Didik Baru.

Seperti diketahui, banyak siswa dan orang tuanya memprotes kebijakan Dinas Pendidikan DKI Jakarat yang mengutamakan faktor umum ketimbang zona wilayah dalam PPDB mereka. Namun, Anies tak pernah kelihatan batang hidungnya untuk memberi penjelasan kepada warga mengenai kisruh PPDB di wilayahnya ini. Padahal waktu ada isu Covid-19, ia hampir setiap hari menggelar konfrensi pers.

“Waktu Covid, tiap hari konpers di Tipi..

Waktu kisruh PPDB sekolah, ngilang gak tentu rimbanya..

Siapa dia ?” tulis Denny di akun Twitternya, Rabu (1/7/2020).

Tingkah Anies ini sudah sering terjadi. Ketika menghadapi isu-isu yang berpotensi menurunkan citranya di mata publik, ia lebih memilih untuk menghilang.

Sebelumnya, diberitakan bahwa kisruh penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 via jalur zonasi di DKI Jakarta kini sudah dibawa sampai ke DPR. Orangtua para calon peserta didik baru (CPDB) melayangkan protes bertubi-tubi lantaran jalur zonasi dianggap memprioritaskan siswa berusia tua.

Setelah mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menggelar demo, dan melapor ke Ombudsman, para orangtua juga menyampaikan keluhannya kepada anggota DPR RI. Mereka, bersama KPAI, melakukan audiensi di Komisi X DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Permintaan para orangtua adalah agar PPDB jalur zonasi yang kini diterapkan itu dibatalkan dan diulang dengan menggunakan petunjuk teknis yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019.

Dengan adanya berbagai keluhan dan aduan masyarakat mengenai PPDB, anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menambah beban para calon orangtua murid.

Putra mengatakan itu karena sebagian orangtua dianggap sebagai masyarakat yang terdampak Covid-19, terutama dari segi ekonomi. "Kalau kita lihat DKI Jakarta sebagai episentrum Covid-19, saya betul-betul merasakan (kesulitan) dari warga DKI Jakarta, terutama kondisi ekonomi. Mereka di rumah saat ini masih semaput. Bagaimana ada siswa yang tidak bisa membayar karena orangtuanya (kehilangan pekerjaan)," kata Putra.

"Saya membayangkan yang terjadi saat ini di DKI bagaimana Gubernur dan Kadisdiknya absen merasakan permasalahan yang dirasakan sehari-hari. Kalau tidak absen, dia tidak akan tambah masalah," lanjutnya.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, Anies seharusnya paham mengenai permasalahan PPDB karena merupakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan. Namun, Anies dianggap tidak peduli setelah adanya protes bertubi-tubi dari orangtua dan siswa yang tidak diterima lewat jalur zonasi.

"Pak Gubernur mantan mendikbud harusnya paham, sering ketemu Komisi X sebelum diberhentikan Presiden, harusnya ngerti. Kalau disampaikan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 jelas kok. Gubernur Jawa Barat menyelesaikan, Jawa Tengah Pak Ganjar menyelesaikan, Jawa Timur menyelesaikan," kata dia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati