• News

  • Peristiwa

Novel: Reshuffle Kabinet Cuma Pengalihan Isu RUU HIP karena Rezim Ini Sudah Terdesak

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Istimewa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berpendapat, sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memarahi para menteri hingga mengancam reshuffle kabinet cuma pengalihan isu.

Menurutnya, isu reshuffle menteri digaungkan untuk menutupi polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), karena rezim saat ini sudah terdesak menghadapi aksi protes dan penolakan dari berbagai pihak terhadap RUU HIP.

"Menurut saya isu reshuffle kabinet adalah isu untuk mengalihkan RUU HIP yang rezim ini sudah sangat terdesak," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (1/6/2020).

Alasan Novel menyebut pengalihan isu, lantaran kemarahan Jokowi dan ancaman reshuffle itu terjadi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu, namun videonya baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

"Pengalihan isu itu sudah bisa dibaca dari pidatonya Jokowi yang baru dishare ke publik setelah kurang lebih 10 hari setelah pidatonya," ujar tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Sebelumnya diberitakan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu, Presiden Jokowi memarahi para menteri dan pimpinan lembaga negara karena lambat dalam pelaksanaan program penanganan pandemi (Covid-19).

Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta kabinetnya untuk berbenah diri. Jokowi juga mengingatkan bahwa dirinya bisa mengambil tindakan luar biasa agar pemerintah bisa optimal menghadapi dampak dari pandemi virus corona. Bahkan, Presiden mengancam melakukan me-reshuffle menteri yang kerjanya biasa-biasa saja.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Presiden Jokowi dalam rekaman video rapat kabinet yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli