• News

  • Peristiwa

TZ: Panik, Tanah-Tanah Mau Dijual Murah kepada Investor Asing...?, Jangan Seenaknya Boss

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain geram dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menawarkan harga lahan lebih murah bagi perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Menurut Tengku Zul  Presiden Jokowi sudah panik sehingga mau menjual tanah kepada Investor asing.

Saking gerammnya, tokoh oposisi ini mengatakan, jangan seenakknya kalian bisa menjual tanah keoada pigak asing karena tanah itu bukan warisan nenek moyang kalian.

"Panik...Panik... Panik...

Tanah tanah mau dijual murah untuk Investor Asing...?

Tanah itu bukan warisan dari nenek moyang kalian, mau seenaknya saja kalian jual murah ke Asing.

Kata Orang Medan Syor kalian saja kalian bawa, Syor Orang Kalian Kantongi?

Jangan seenaknya, Boss," tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (2/7/2020).

Cuitan Wasekjen MUI ini direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Jumat (3/7/2020).

@MulyansyahAndri: Semoga banyak pengusaha asli indonesia yg membuka perusahaan dan berinvestasi di indonesia sehingga tidak ada celah untuk orang asing ber investasi di indonesia

@Alimin55: TANAH DI JUAL PAKAI  TRUCK ATAU TANAH PERTANIAN,PEMUKIMAN, TANAH LOKASI MENGANDUNG INTAN,EMAS,BAOUSIT, MINYAK, BATUBARA,KLU DI JUAL MANA BUAT ANAK CUCU KITA NANTI

@rudysarwa: Waduh gawat, tar pasti tanahnya dikerukin dibawa ke china itu zul..

Emang dijual berapa harganya seember zul?

@Iwan9815: Wak Zul mau tanya nihh...kenapa wak zul nggk ngetwitt yg menyejuk kan...biar kami dapat siraman rohani dari wuk Zul....kalau kayak gini saling maki kan apa nggk kecipratan dosa Wak Zul nanti...udah uzur Wak...ingat itu...jauh kan dr penyakit hati wak..udah uzur

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menawarkan harga lahan lebih murah bagi perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Jokowi ingin harga lahan bisa lebih murah dari negara-negara lain agar Indonesia tak kalah saing.

"Kalau mereka (negara lain) memberikan harga tanah misalnya 500.000, kita harus bisa di bawahnya itu. 300.000 misalnya," kata Jokowi saat meresmikan kawasan industri Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020) seperti disarankan dari akun YouTube Sekretariat Presiden, seperti yang dikutip dari Kompaa

"Kalau mereka memberikan harga tanah 1 juta, ya kita berikan harga 500.000," kata dia.

Jokowi mengatakan, di kawasan industri ini akan disiapkan kurang lebih 4.000 hektar lahan. Untuk tahapan pertama, akan disiapkan kurang lebih 450 hektar.

Ia juga memastikan kawasan ini siap menampung industri asing yang hendak berinvestasi di Indonesia.

"Misalnya ada yang mau pindah tadi, LG mau pindah besok, sudah langsung masuk. Enggak usah ngurus apa-apa, nanti yang ngurus semuanya dari kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Tentu saja nanti dibantu gubernur dan bupati yang ada di sini," kata dia.

Jokowi mengaku tidak ingin peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Saat itu, ada 33 perusahaan besar yang memutuskan untuk relokasi dari China.

Namun, tak satu pun yang memilih Indonesia sebagai tempat investasi baru.

"Saya senang hari ini sudah ada yg masuk tujuh (perusahaan). Sudah pasti ini yang tujuh. Kemudian ada 17 (perusahaan) yang memiliki komitmen besar sudah masuk ke 60 persen hampir 100 persen," kata dia.

Editor : Sesmawati