• News

  • Peristiwa

Politisi Gerindra Ikut Jadi Eksportir Benur, Ferdinand: Tak Masalah, Asal Sesuai Aturan

Politisi Gerindra ikut jadi eksportir Benur.
Lampost
Politisi Gerindra ikut jadi eksportir Benur.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku tak mempermasalahkan adanya beberapa Politisi Gerindra yang ikut menjadi eksportir benih Lobster. Menurut Ferdinand, meski Menteri Kelautan dan Perikanan juga berasal dari Gerindra, namun tetap ada Peraturan Menteri yang mengatur.

"Siapapun tidak masalah, asal sesuai aturan. Ekspor benih lobster era Susi dilarang, dan sekarang diijinkan, tentu ada Peraturan Menteri yang mengatur." Tulis Ferdinand di akun Twitternya, Senin (6/7/2020).

Meski begitu, Ferdinand hanya mempertanyakan apakah Permen tersebut juga mengatur soal syarat-syarat eksportir secara lebih rinci atau tidak?

"Apa benar dlm Permen itu syarat eksportir hrs sdh melakukan budi daya? Bgmn dgn perusahaan baru?" imbuhnya.

Meski terdapat beberapa rekan separtainya, Edhy menampik isu bahwa dia yang menentukan kader partai naungannya itu sebagai eksportir.

Lagi pula, katanya, dari 26 perusahaan yang namanya sudah terekspos, hanya ada beberapa nama kader Gerindra yang dikenalnya.

"Kalau memang ada yang menilai ada orang Gerindra, kebetulan saya orang Gerindra, tidak masalah. Saya siap dikritik tentang itu. Tapi, coba hitung berapa yang diceritakan itu? Mungkin tidak lebih dari lima orang atau dua orang yang saya kenal. Sisanya 26 orang (perusahaan) itu, semua orang Indonesia," kata Edhy dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (6/7/2020).

Edhy bilang, surat perintah pemberian izin eksportir bukan ada di tangannya. Surat perintah diterbitkan oleh tim yang terdiri dari Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Budidaya, dan BKIPM.

Tim juga melibatkan Inspektorat Jenderal dan diawasi oleh Sekretaris Jenderal. Selama tim tidak mengikuti kaidah, Edhy menegaskan tak segan-segan mencabut izinnya.


Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani