• News

  • Peristiwa

Meski Terancam Hukuman Mati, Bule Cabuli 305 Anak Bikin Geram, Netizen: Potong Itunya!

Bule Perancis cabuli 305 anak bikin geram warganet
Infomenia.net
Bule Perancis cabuli 305 anak bikin geram warganet

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Para korban yang masuk dalam perangkapnya akan didandani dan menjalani sesi pemotretan. Setelah itu, FAC akan melancarkan aksi bejatnya terhadap anak-anak dibawah umur yang menjadi korban. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya hingga 305 anak.

Pelaku berusia 65 tahun itu biasa memberikan imbalas sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta kepada korbannya. Bahkan, pelaku juga tak segan melakukan penyiksaan terhadap korban yang menolak untuk disetubuhi.

Berita tersebut viral di sosial media. Akun FB @Mak Lambe Turah, Jumat (10/7/2020) membagikan tautan dan membuat cuitan yang dikomentari banyak netizen.

@Mak Lambe Turah: Berita pertamanya heuu... Heuuu.... Heuuuuu..

@Del Williams: Ya Allah sadis,banget mak. Kenapa anak2 kita midah banget jadi predator warga asing? Mungkin kurang pengawasan dan kemiskinan? Pemerintah menghukum keras para pedofil itu karena perbuatan mereka sungguh tak bisa rermaafkan!

@Novianti Madila: Buset dah... Pagi2 buka fb yg pertama nongol di berada berita pencabulan. Asa gimana gituh.

@Rotua Simanjuntak: Foto bulenya kok gak dikasih lihat dan disebarkan sih. Biar sekalian viral sampai ke negaranya.

@Maria Niek Widowati: POTONG ITUNYA!!!

Sebelumnya dilansir Suara.com, berikut 5 fakta kasus pencabulan anak yang dilakukan oleh WN Prancis, Kamis (9/7/2020).

1. Polisi Ungkap Kasus Pencabulan WN Perancis Terhadap 305 Anak di Bawah UmurDirektorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur yang dilakukan seorang warga negara Perancis bernama Francois Abello Camille alias FAC (65).

Aksi bejad tersebut dilakukan FAC di sejumlah hotel yang berada di Jakarta Barat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan kasus tersebut berhasil terungkap berdasar laporan dari masyarakat mengenai informasi adanya seorang WNA yang kerap melakukan aksi cabul bermodus menawarkan pemotretan kepada anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Jakarta Barat.

2. WN Perancis Cabuli 305 Anak di Hotel, Seluruh Korban Direkam Diam-diam

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur yang dilakukan seorang warga negara Perancis bernama Francois Abello Camille alias FAC (65).

Aksi bejad tersebut dilakukan FAC di sejumlah hotel yang berada di Jakarta Barat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan kasus tersebut berhasil terungkap berdasar laporan dari masyarakat mengenai informasi adanya seorang WNA yang kerap melakukan aksi cabul bermodus menawarkan pemotretan kepada anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Jakarta Barat.

Berdasar laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan dan menangkap basah FAC tengah berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.

Nana mengemukakan, berdasar hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka FAC diduga telah mencabuli anak di bawah umur sebanyak 305 orang. Hal itu diketahui berdasar rekaman video aksi cabul FAC terhadap sejumlah korbannya yang tersimpan di laptop miliknya.

"Ini berdasarkan data video yang ada di laptop dalam bentuk film. Jadi seluruh data (korban) yang ada, pelaku videokan. Ada (kamera) video yang tersembunyi dikamar ketika (pelaku) melakukan actionnya," ungkap Nana.

3. Mangsa 305 Anak, Bule Predator Seks Diciduk Lagi Bugil sama 2 ABG di Hotel

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi penangkapan Francois Abello Camille alias FAC (65), predator seks yang diduga telah mencabuli sebanyak 305 anak-anak dengan modus pemotretan.

Menurutnya, kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) ini terungkap, setelah polisi menyelidiki laporan dari masyarakat dan dilanjutkan dengan melakukan penggerebekan di sebuah hotel di Jakarta Barat.

4. Cabuli 305 Korban dengan Modus Foto Model, WN Perancis Sasar Anak Jalanan

Tersangka kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur, Francois Abello Camille alias FAC (65) menyasar anak jalanan untuk dijadikan korbannya.

Pria berkewarganegaraan Prancis itu juga menyasar anak-anak yang biasa berkerumun di pusat perbelanjaan atau mal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengemukakan jika FAC terlebih dahulu menggunakan modus berpura-pura menawarkan foto model kepada korbannya yang merupakan anak-anak di bawah umur.

Usai melakukan prosesi pemotretan tanpa busana, FAC lantas mencabuli dan menyetubuhi korban.5. Cabuli 305 Anak, WN Prancis Terancam Kebiri Kimia Hingga Hukuman Mati

Tersangka kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur, Francois Abello Camille alias FAC (65) dipersangkakan pasal berlapis. Pria lanjut usia tersebut terancam hukuman maksimal mati dan dapat dikenakan tindakan kebiri kimia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana merincikan lima pasal yang dipersangkakan kepada tersangka FAC.

Pertama,  Pasal 81 Jo 76D UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal tersebut, FAC terancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Kedua, Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal ini, FAC terancam dengan pidana penjara mati, seumur hidup, atau
pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Ketiga, Pasal 82 Jo 76 E UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal ini, FAC terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun atau maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Keempat, Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta.

Kelima, Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE. Ancamannya, pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Editor : Taat Ujianto