• News

  • Peristiwa

JKW Minta Prabowo Belanja Senjata Produk RI, Netizen: di Pindad, Nota Gak Bisa Dimainin

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi
foto: alinea.id
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memprioritaskan produk lokal dalam menggenjot penyerapan anggaran di kementeriannya. Salah satunya dengan membeli produk peralatan tempur yang diproduksi oleh BUMN seperti PT Pindad (Persero).

"Di Kemenhan, bisa saja beli di Dirgantara Indonesia (DI), beli di Pindad, beli di PAL, yang bayar di sini ya yang cash cash cash APBN. Beli produk dalam negeri, saya kira Pak Menhan (Prabowo) juga lebih tahu mengenai ini," ucap Jokowi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/7).

Jokowi menegaskan belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi virus corona saat ini. Karena itu, ia meminta kepada jajaran menteri dengan anggaran besar untuk mempercepat proses penyerapan anggaran.

Pernyataan Jokowi menjadi sorotan warganet. Akun FB @Arie Arfian, Jumat (10/7/2020) membagikan tautan dan membuat cuitannya dikomentari banyak netizen, katanya: Belanjakan yg benar om ... Itu perintah Presiden sebagai atasanmu okee ...!!?

@D'Bursok Ronggur: Belanja di Pindad notanya gak bisa dimainin bos ku....beda klu belanja dr Rusia

@Agoes Whe: Cintai produk dalam negeri, itu perintah atasan pak. Katanya gembar gembor anti aseng, kok belinya impor..

@Ayank Abie: Suruh shoping aja ko susah,, klo aku lngsung cabut tu

Sebelumnya dilansit Cnnindonesia.com, selain ditujukan ke Prabowo, arahan Jokowi juga ditujukan untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Idham Azis.

Salah cara mempercepat penyerapan anggaran itu, kata Jokowi, dengan menyederhanakan regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah pusat disederhanakan.

"Kerja lebih keras, dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada saat kondisi seperti ini. Membuat permen yang biasanya dua minggu yang sehari selesai. Buat PP yang biasanya sebulan ya dua hari selesai. itu loh yang saya inginkan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga memerintahkan jajarannya untuk mengerem dulu belanja barang hasil impor. Ini dilakukan demi memacu lagi perekonomian domestik.

Apalagi, sejumlah kebutuhan medis untuk penanganan virus corona kini sudah banyak diproduksi di dalam negeri. Beberapa barang yang dimaksud, antara lain obat, alat uji PCR, dan alat uji cepat covid-19.

"Jangan ada lagi beli yang dari luar apalagi hanya masker. Banyak produksinya di Indonesia. Alat pelindung diri produksi 17 juta per bulan padahal di Indonesia pakainya hanya kurang lebih 4 juta sampai 5 juta unit. Hal-hal seperti ini saya mohon Bapak/Ibu Menteri, Pak Sekjen, Pak Dirjen, tahu semuanya masalah yang dihadapi," kata Jokowi.

Ia menegaskan jajarannya harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi dampak dari pandemi virus corona. Berbagai stimulus ekonomi yang sudah disiapkan untuk beberapa sektor juga harus diimplementasikan.

"Jangan sampai menganggap ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas), bansos sudah lumayan, kesehatan masih perlu dipercepat, stimulus ekonomi baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan besar, belum (tuntas)," pungkas Jokowi.

Editor : Taat Ujianto