• News

  • Peristiwa

Tokoh Papua ke Denny: Kalau Sayang Keluarga Jangan Tekuni Pekerjaan Sebagai Tukang Bohong

Tokoh Papua, Christ Wamea.
Istimewa
Tokoh Papua, Christ Wamea.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengiat media sosial (medsos) Denny Siregar bercerita dengan penuh emosional bagaimana teror yang diterima keluarganya usai data pribadinya bocor ke publik.

Curhatan Denny tersebut pun mendapat tanggapan warganet. Salah satunya tokoh Papua, Christ Wamea. Dirinya mengatakan, jika Denny sayang nyawa keluarga, jangan tekuni pekerjaan sebagai tukang fitnah atau tukang bohong.

"Kalau sayang nyawa keluarga jangan tekuni pekerjaan sebagai tukang fitnah dan tukang bohong. Masa kasih makan keluarga dgn cara seperti itu," kata Christ dalam akun twiternya, @ChristWamea.

Diketahui, bocornya data pribadi Denny awalnya diungkap oleh akun Twitter @Opposite6891. Akun misterius tersebut menunjukkan tampilan bahwa dirinya telah membobol data pribadi Denny Siregar, yang berisi informasi seperti nama lengkap, alamat, NIK, KK, perangkat yang digunakan, nomor IMEI, dan beberapa data lain.

Pasca bobolnya data pribadi, Denny pun mengaku keluarganya kerap menerima tetor. Kehidupan keluarganya disebut berubah. Keluarga terutama anak-anaknya ikut mendapat ancaman mengerikan.

“Media sosial anak-anak saya dibanjiri makian oleh banyak orang yang selama ini membenci saya. Kehidupan pribadi mereka dibongkar dan diintimidasi di media sosial,” kata Denny melalui video Youtube yang tayang di Cokro TV, (9/7/2020).

Dia menambahkan, situasi teror dan intimidasi yang diterima keluarganya begitu terpengaruh. Alamat dan bahkan rumah dipotret disertai dengan ancaman untuk didatangi.

“Mereka mengancam akan mendatangi untuk membunuh, membakar, bahkan ingin memenggal karena dianggap sudah halal darahnya seperi papanya,” katanya.

“Ini bukan main-main karena berhubungan dengan nyawa dengan orang yang anda sayangi dan tidak berdosa,” tambahnya.

Denny kemudian menuntut tanggung jawab provider Telkomsel yang dia duga sebagai sumber dari kebocoran data pribadinya. Dia memastikan akan menggugat Telkomsel di Pengadilan.

“Saya seorang ayah dan kewajiban seorang ayah adalah melindungi buah hati mereka, ” pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli