• News

  • inspirasi1menit

Besok, Siswi yang Diberi Nilai Nol Adukan Nasibnya ke KPAI

Sekjen FSGI Retno Listyarti (bantenpos.co)
Sekjen FSGI Retno Listyarti (bantenpos.co)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus siswi SMAN 4 Bandung, Dvijatma Puspita Rahmani, murid kelas X yang tidak naik kelas karena mendapatkan nilai nol di rapor untuk mata pelajaran Matematika, akan diadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), besok, Senin (5/9/2016).

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti ‎mengatakan, pengaduan itu dilakukan karena guru tidak memberikan kesempatan bagi Puspita untuk mengumpulkan tugas atau mengikuti ulangan susulan. Kasus puspita dalam kajian hukum yang dilakukan FSGI terbukti ada unsur kelalaian sekolah, pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan pelanggaran etika oleh guru.

Padahal, Puspita tidak dapat masuk sekolah selama dua minggu karena memiliki alasan yang jelas, yakni menderita sakit. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Selain itu, Puspita juga tidak terlibat dalam kegiatan sekolah karena mengikuti persiapan Olimpiade Biologi.

"‎Memberi nilai nol pada rapor siswa di semester II sehingga berdampak pada penjatuhan keputusan tidak naik kelas bagi siswi tersebut termasuk dalam klasifikasi perlakuan tindakan kekerasan psikis terhadap anak," kata Retno, saat dihubungi netralnews.com, Minggu (4/9/2016).

Dengan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap anak, Retno menyatakan, sudah sepatutnya KPAI turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, baik kesalahan atas nama pribadi maupun jabatan.

Selain itu, Retno menambahkan, ada dugaan yang kuat telah terjadi kesalahan dalam proses dan sistem pengolahan nilai. Karena itu, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Irjen Kemendikbud, Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, ‎dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, untuk mengusut kasus ini.

Menurut Retno, apabila mengacu pada standar berpikir rasional, tidak mungkin nilai rapor Semester II memperoleh nilai nol. Karena ketentuan penilaian rapor di Kurikulum 2013 adalah nilai semester ganjil dan genap diakumulasi. Sehingga, tidak mungkin siswa memperoleh nilai nol di rapor‎.

"Kita memperjuangkan kasus ini agar tidak terulang lagi kepada siswa-siswa yang lain dan juga sebagai pembelajaran publik," ujarnya.

Sementara itu, Danny Daud Setiana, orang tua Puspita, mengaku sudah berupaya menempuh jalur mediasi dengan pihak sekolah. Namun, guru yang bersangkutan tetap tidak memberi kesempatan bagi Puspita mengikuti ulangan susulan.

"Kami memperjuangkan nasibnya, karena ada hak anak yang didiskriminasi," tegas dia.

Editor : Lince Eppang