• News

  • Peristiwa

Pelaporan Irjen Rudy Bisa Jadi Bumerang bagi Pihak Novel Baswedan

Novel Baswedan
Istimewa
Novel Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim advokasi Novel Baswedan melaporkan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Irjen Rudy Heriyanto ke Divisi Propam Polri atas dugaan menghilangkan barang bukti dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Mengomentari hal itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej SH MHum mengatakan, pelaporan tersebut merupakan hak yang bersangkutan.

Namun, Edward Omar Sharif Hiariej atau yang lebih dikenal dengan nama Eddy Hiariej itu menyebut, jika pihak Novel asal tuduh tanpa bukti yang valid, maka dapat berbalik menjadi kasus pencemaran nama baik.

Pasalnya, Eddy Hiariej menjelaskan, prosedur dalam persidangan kasus Novel Baswedan telah sesuai aturan karena berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P-21).

“Penyidikan merupakan kewenangan Polri. Ketika berkas diserahkan kepada penuntut umum dan sudah P-21, artinya berkas telah lengkap dan perkara siap untuk disidangkan,” kata Prof Eddy, Jumat (10/7/2020).

Eddy menambahkan, pelaporan yang dilakukan oleh tim kuasa hukum Novel Baswedan ke Divisi Propam Polri merupakan hal yang wajar.

Hanya saja, kata Eddy, jangan sampai pelaporan justru menjadi unfair prejudice yang mengesampingkan asas praduga tidak bersalah.

"Kalau seseorang dijadikan tersangka, harus ada bukti permulaan. Jika seseorang dijadikan tersangka sebelum unsur terpenuhi ini disebut unfair prejudice atau prasangka yang tidak wajar. Ini harus dihindari," ujar Prof Eddy.

Eddy menuturkan bahwa dalam kasus Novel Baswedan persidangan sudah sesuai dengan prosedur. Terkait putusan hukum, lanjut Eddy, merupakan keputusan dari majelis hakim. "Kalau secara normatif (proses persidangan) sudah sesuai," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli