• News

  • Bisnis

Impor COVID-19, China Tangguhkan Empat Penerbangan dari dan Keluar Negeri

Pesawat Air China terparkir di home base-nya di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) pada 3 Juni 2019
Ilustrasi pesawat
Pesawat Air China terparkir di home base-nya di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) pada 3 Juni 2019

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) menangguhkan empat penerbangan dari dan keluar negeri sebagai bentuk sanksi atas terjadinya kasus impor COVID-19.

Pesawat Air China bernomor penerbangan CA-910 dari Moskow tujuan Bejing dilarang terbang selama sepekan mulai 13 Juli 2020.

Keputusan CAAC terhadap maskapai penerbangan pelat merah China pada Jumat (10/7/2020) itu merupakan sanksi yang keempat karena sebelumnya sudah ada tiga maskapai yang mengalami hal serupa.

CA-910 terlebih dulu harus melalui Shenyang, Provinsi Liaoning, setelah lima penumpangnya dari Ibu Kota Rusia di Moskow dinyatakan positif COVID pada Sabtu (4/7/2020).

Rusia mencatat 6.509 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir sehingga totalnya mencapai 797.301 kasus positif sebagaimana laporan Xinhua.

Sebelumnya CAAC pada Senin (6/7/2020) menangguhkan penerbangan US-Bangla Airlines dari Dhaka, Bangladesh, menuju Guangzhou, Provinsi Guangdong, selama sepekan.

US-Bangla Airlines menjadi maskapai penerbangan asing pertama yang terkena sanksi setelah CAAC memperkenalkan sistem reward and punishment bagi penerbangan tujuan China yang berlaku efektif per 4 Juni untuk menghindari kasus impor COVID-19.

Pada 14 Juni CAAC selaku regulator penerbangan sipil itu juga menangguhkan pesawat China Southern Airlines nomor penerbangan CZ-392 dari Dhaka tujuan Guangzhou selama empat pekan setelah 17 penumpang yang menjalani tes COVID-19 dinyatakan positif.

Pada 1 Juli CAAC juga menangguhkan pesawat Sichuan Airlines nomor penerbangan 3U-8392 dari Kairo, Mesir, tujuan Chengdu, Provinsi Sichuan, selama sepekan mulai 6 Juli.

Sebanyak enam penumpang pesawat milik badan usaha Pemerintah Provinsi Sichuan itu dinyatakan positif COVID-19 dalam tes pada 27 Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, CAAC mengeluarkan kebijakan berupa pemberian sanksi dan penghargaan.

CAAC menerapkan kebijakan Five-One atau setiap pesawat hanya boleh terbang sekali dalam sepekan dari China ke satu kota di salah satu negara tujuan.

Jika selama tiga pekan berturut-turut tidak membawa satu pun penumpang ke China dalam kondisi positif COVID-19, maka pesawat tersebut diizinkan mengajukan permohonan satu jadwal penerbangan lagi dalam sepekan.

Sebaliknya, jika di dalam pesawat tersebut terdapat lima penumpang yang positif COVID-19, maka jadwal penerbangannya ke China akan ditangguhkan selama sepekan.

Kalau ada 10 penumpang yang terdeteksi positif COVID-19, maka sanksi penangguhannya selama empat pekan. 

Editor : Sesmawati