• News

  • Peristiwa

Muchdi Pr Gulingkan Tommy Soeharto dan Dukung JKW, MLT: Moga Bukan Jurus Singa

Tommy Soeharto sempat marah saat Munaslub Partai Berkarya akan diselenggarakan
Kaskus
Tommy Soeharto sempat marah saat Munaslub Partai Berkarya akan diselenggarakan

JAKARTA, NETRANEWS.COM - Posisi Putra Presiden ke-2 RI Soeharto, Tommy Soeharto diguingkan oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) era 1998, Muchdi PR  Peristiwa tersebut berlangsung seru.

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) menjadi panggung penggulingan ini. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto digulingkan oleh Muchdi Purwoprandjono dari kursi Ketua Umum Partai Berkarya. Penggulingan ini diawali dengan isu munaslub.

Akun Facebook @Mak Lambe Turah membuat cuitan menanggapi pertsitiwa tersebut. Meaui akun FB-nya, MT mengatakan:

Selamat ya pak Muchdi ketua umum partai berkarya
Semoga yah bukan bagian dari jurus singa
Singa itu kan kalo mau memangsa, dia bakal mundur selangkah

Sebeumnya diberitakan, detik-detik penggulingan Tommy diawali dengan kemunculan Presidium Penyelamat Berkarya yang mengembuskan isu munaslub. Pada Maret, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menyampaikan isu ini ke publik. Dia berbicara sebagai anggota Presidium Penyelamat Berkarya.

Ada delapan alasan munaslub, dari kepengurusan yang dinilai tak sesuai AD/ART hingga ketiadaan evaluasi pasca-Pemilu 2019 untuk menghadapi Pemilu 2024, dari isu adanya keterlibatan orang luar partai hingga klaim soal permintaan DPW dan DPD untuk munaslub.

Pada awal Juli, Andi Picunang menggelar konferensi pers virtual. Dia mengumumkan munaslub akan digelar pada 11 Juli 2020. Munaslub akan memilih Ketum Berkarya yang baru. Tommy Soeharto dan Muchdi Pr disebutnya bakal bertarung memperebutkan kursi ketum.

"Pendukung status quo kondisi seperti sekarang ini tentu ke Tommy, kalau ingin perubahan tentu ke Pak Muchdi," kata Andi Picunang, dalam jumpa pers virtual, Kamis (2/7).

Tommy tak setuju

Tommy sang Ketum tidak setuju dengan gelaran munaslub. Dia mengancam memecat kadernya yang ikut munaslub itu. Dinamika yang awalnya positif dinilai Tommy sudah menjadi kebablasan.

"Dengan izin rapat pleno ini dan dukungan DPW, saya akan ambil tindakan tegas untuk mencabut keanggotaan dan mencopot sebagai pengurus juga sebagai anggota majelis tinggi partai, karena hal itu dimungkinkan sesuai AD/ART," kata Tommy seperti dikutip Antara, Rabu (8/7).Kubu Presidium Penyelamat Partai Berkarya tetap menggelar munaslub. Acara itu digelar di Hotel Grand Kemang, Sabtu (11/7). Banyak juga kader partai yang datang sejak pagi.

Tommy datang bubarkan Munaslub

Didampingi Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso dan para loyalisya, Tommy kemudian melangkah ke arena munaslub itu. Mereka diiringi Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB). Pihak Presidium Penyelamat Partai Berkarya menyebut AMPB melakukan perusakan barang munaslub.

Tommy datang bukan hendak ikut munaslub sebagai caketum, melainkan hendak membubarkan gelaran munaslub itu. Menurutnya, acara ini adalah acara ilegal dan inkonstitusional sehingga perlu dibubarkan, meski langkah persuasif tetap dikedepankan.

"Masih ada para pesertanya (munaslub) yang hadir di hotel ini. Hari ini mereka harus keluar dari hotel ini," kata Tommy di lokasi.

Munaslub pilih Muchdi PrApakah munaslub lantas bubar? Tidak. Munaslub tetap berjalan setelah itu. Malah munaslub berhasil menggulingkan Tommy.

Lewat munaslub itu, Muchdi Pr terpilih menjadi Ketua Umum dan Andi Picunang menjadi Sekretaris Jenderal Partai Berkarya.

"Ketua umum terpilih Mayjen TNI Purn Muchdi Pr dan Sekjen terpilih Badaruddin Andi Picunang sekaligus Ketua dan Sekretaris Formatur dalam Tim Formatur yang terdiri dari 5 (lima) orang yang akan menyusun pengurus DPP Partai Beringin Karya (berkarya) periode 2020-2025," kata Sekjen terpilih Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7).

Munaslub ini juga membatalkan kebijakan pengurus partai era Tommy. Era Tommy disebutnya mengandung ketersumbatan komunikasi sejak Rapimnas 2018, serta mengandung nilai feodal yang tidak demokratis.

Muchdi Pr dukung Jokowi dan Soeharto

Muchdi Pr segera menegaskan arah politiknya, yakni mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin. Sikap ini bertolak belakang dengan sikap Berkarya era Tommy.

Sebagaimana diketahui, Muchdi memang pendukung Jokowi pada momen Pilpres 2019. Bahkan Muchdi sempat menghadiri deklarasi dukungan purnawirawan TNI ke Jokowi-Ma'ruf. Tepatnya pada 11 Februari 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan

Kembali ke munaslub, Berkarya juga ingin agar ayah Tommy, yakni Presiden ke-2 RI Soeharto, menjadi pahlawan nasional. Lewat Munaslub ini pula, Partai Berkarya mengubah nama dan logo kembali menjadi Partai Beringin Karya, disingkat sebagai Berkarya, demikian seperti diansir Detik.com.

Editor : Taat Ujianto