• News

  • Peristiwa

Soal Kebocoran Data Denny Siregar, Novel PA 212: Kasus Desi Itu Lebay, Pengalihan Isu

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA)  212 Novel Bamukmin berpendapat, kasus kebocoran data pegiat media sosial Denny Siregar terlalu dibesar-besarkan dan terkesan lebay.

Selain lebay, Novel juga menilai masalah tersebut hanyalah pengalihan isu polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Masalah Desi (Denny Siregar) itu lebay-lah. Pengalihan isu aja dari masalah RUU HIP," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (14/7/2020).

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu juga menyoroti kinerja aparat yang disebutnya tidak adil dalam menangani kasus terkait Denny Siregar.

Pasalnya, lanjut Novel, untuk kasus kebocoran data pribadi Denny, aparat secepat kilat memproses, bahkan sehari setelah laporan masuk, polisi telah berhasil menangkap salah satu karyawan Telkomsel yang diduga sebagai pembobol data Denny.

Sementara di kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan Denny kepada sekelompok santri dan pesantren di Kota Tasikmalaya, aparat disebut Novel lamban dalam menindaklanjuti laporan.

"Lagi-lagi jelas oknum aparat mempertontonkan rasa ketidakadilan dan diduga memang sengaja untuk menaikan berita dengan tujuan mengalihkan isu," tegas Novel.

Sebelumnya diberitakan, Denny Siregar meminta tanggungjawab Telkomsel dan mengadu ke Kemenkominfo setelah data pribadinya dibocorkan oleh akun Twitter @opposite6891.

"Teman2, dari kasus ini, ternyata kita baru tahu kalau data diri kita sangat rentan disadap. Contoh dr @opposite6891 ini, bgt mudah dia dpt data ttg saya. Sy menuntut jawaban dr @Telkomsel & @kemkominfo. Ini mengerikan. Bisa saja terjadi pd anda dan keluarga anda.," tulis Denny di akun Twitter-nya, Minggu (5/7/2020).

Merespons aduan Denny, pada Selasa (7/7/2020), Kemenkominfo menyatakan telah meminta PT Telkomsel untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri lebih lanjut soal masalah tersebut.

Menindaklanjuti permintaan Kemenkominfo itu, PT Telkomsel melakukan proses investigasi dan melaporankan masalah kebocoran data Denny Siregar ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Rabu (8/7/2020).

Sehari setelah masalah itu dilaporkan Telkomsel, pada Kamis (9/7/2020),

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap FPH (26). Ia diduga sebagai pelaku yang membocorkan data pribadi Denny Siregar kepada akun Twitter @opposite6891. FPH merupakan karyawan outsourcing Telkomsel yang bekerja sebagai Customer Service di GraPARI Rungkut, Surabaya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati