• News

  • Peristiwa

Seru! Geger Kasus Djoko Tjandra Merembet ke Para Jaksa, Netizen: Nantikan Endingnya

Buronan Djoko Tjandra
Konfrotasi
Buronan Djoko Tjandra

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Makin seru. Kehebohan makin meluas berkaitan dengan kasus Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang hingga kini masih berlanjut.

Kali ini Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa salah satu pejabatnya yang diduga berkaitan dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu.

Warganet pun menyoroti proses tersebut. Akun FB @Mak Lambe Turah, Kamis (16/7/2020) ikut membagikan tautan dan membuat cuitan: Setelah Lurah Grogol dicopot lanjut Brigjen Prasetyo lanjut Staf pusdokkes Polri kini merambat ke Jaksa. Nantikan endingnya, masih Mak pantau

Sebelumnya diberitakan, bermula dari informasi yang beredar menyebutkan adanya pertemuan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Nanang Supriatna.

Jaksa Agung ST Burhanuddin pun memerintahkan agar Nanang diperiksa internal."Iya sekecil apa pun informasi, saya akan klarifikasi kepada yang bersangkutan dan apabila benar, akan dilakukan pemeriksaan sesuai aturan yang ada," ujar Burhanuddin saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (16/7/2020).

Burhanuddin memastikan Nanang diperiksa hari ini. Pemeriksaan dilakukan oleh jajaran dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

"Iya hari ini (pemeriksaannya)," imbuh Burhanuddin.Sebelumnya, Djoko Tjandra sempat membuat KTP elektronik di Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama. Kemudian Djoko Tjandra diketahui juga sempat membuat paspor di kantor Imigrasi Jakarta Utara meski akhirnya telah ditarik.

Kabar terbaru, Djoko Tjandra juga dibuatkan surat jalan oleh Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Kapolri Jenderal Idham Azis kemudian mencopotnya dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Keputusan pencopotan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Dilansir Detik.com, dia kemudian di-nonjob-kan di Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Dalam surat telegram, tertulis mutasi Prasetijo Utomo dalam rangka pemeriksaan internal. Polri menyebut Brigjen Prasetijo Utomo telah bertindak melampaui kewenangannya dan melanggar kode etik. Dia pun ditahan di tempat khusus di Propam Mabes Polri.

Editor : Taat Ujianto