• News

  • Peristiwa

Sebut Senjata PA 212 Ngeles dan Cuci Tangan, Dewi: Suatu saat Kelompok Ini Kena Azab

Dewi Tanjung di Youtube.
Screensot video Youtube
Dewi Tanjung di Youtube.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung menyebut senjata andalan ormas Persaudaraan Alumni (PA) 212 adalah ngeles, cuci tangan dan memutar balikkan fakta.

Hal tersebut disampaikan Dewi menanggapi pernyataan Ketua PA 212 Slamet Maarif yang mengaku tak tahu menahu soal bendera PKI yang dibawa dan dibakar saat aksi PA 212 cs di depan gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu.

"Senjata kelompok ini adalah Ngeles, Cuci tangan dan Putar balikan Fakta," tulis Dewi di akun Twitternya, @DTanjung15, Kamis (16/7/2020).

Atas pernyataan Slamet itu, Dewi pun menantang keberanian kelompok PA 212 untuk melakukan sumpah bahwa mereka tidak berbohong soal bendera PKI itu.

"Apakah kelompok ini Berani bersumpah atas Nama ALLAH SWT APABILA MEREKA BERBOHONG MEREKA BERANI TIDAK MASUK SURGA ??" cuit Dewi.

Lebih jauh, Dewi mengatakan, meski PA 212 kerap berdalih atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada mereka, namun ia meyakini suatu saat nanti kelompok tersebut kena azab atas perbuatan mereka sendiri.

"Tapi Nyai Sangat Yakin suatu saat kelompok ini akan mendapatkan Azab atas perbuatannya," pungkas @DTanjung15.

Sebelumnya, Dewi Tanjung menyambangi Polda Metro Jaya pada Rabu (15/7/2020) kemarin untuk melaporkan presidium PA 212 terkait kepemilikan bendera PKI yang dibakar saat aksi penolakan RUU HIP di depan kompleks MPR/DPR, Jakarta pada Rabu (24/6/2020) lalu.

"Ke sini melaporkan Presidium (PA) 212 terkait kepemilikan, menyimpan, dan mempublikasikan bendera PKI karena bendera ini kan sebenarnya kalau di pasaran tidak akan mungkin bisa didapat," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Dewi mempertanyakan dari mana PA 212 bisa mendapatkan bendera PKI yang mereka bakar dalam aksi tersebut. Apalagi, lanjut Dewi, aksi serupa dengan membawa bendera PKI sering terjadi. "Kita mau mempertanyakan mereka dapat di mana sampai mereka bisa membakar itu pada waktu demo-demo mereka," ujarnya.

Dewi menambahkan, alasan dirinya melaporkan PA 212 karena merekalah yang bertanggung jawab terhadap atas aksi massa tolak RUU HIP di depan gedung DPR/MPR.

"Presidiumnya (yang dilaporkan) karena kan mereka yang demo. Tapi tentu ada korlapnya, ketuanya, yang pasti akan kita minta pertanggungjawabkan, kita pertanyakan dari mana mereka mendapat bendera PKI tersebut," tandas Dewi.

Menanggapi laporan Dewi, Ketua PA 212 Slamet Maarif menyebut pihaknya tidak tahu soal pembawa bendera tersebut. "Lah aneh kita aja nggak tau siapa yang bawa," kata Slamet saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Slamet mengaku pihaknya juga tidak bertanggung jawab terhadap aksi yang berujung pembakaran bendera PKI tersebut. Pasalnya, aksi itu digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI. "Yang mengadakan aksi Anak NKRI, ngawur dia (melaporkan) presidium 212 siapa?" ucap Slamet.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P