• News

  • Peristiwa

Dirjen Pendidikan Vokasi Usung ‘Link & Match‘ dan ‘Pernikahan Massal‘ ke Kampus

Direktur Jendral Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto
foto: istimewa
Direktur Jendral Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kamis, 16 Juli 2020, Direktur Jendral Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, didampingi langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja, melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta.

Kunjungan kerja kali ini mengusung tema perkembangan penerapan link & match dan "pernikahan massal" antara pendidikan tinggi vokasi dalam hal ini Polimedia dengan dunia usaha dunia industri di bidang kreatif.

Dalam kunjungannya, Dirjen Vokasi memiliki empat agenda utama. Pertama, silaturahmi langsung ke kampus-kampus politeknik.

Yang kedua, Dirjen Vokasi ngin membuktikan langsung apakah Polimedia Jakarta sesuai dengan reputasi dan prestasinya yang baik selama ini.

“Saya mendengar prestasi baik Polimedia di masyarakat, jadi saya ingin berkunjung dan membuktikan langsung. Ternyata di luar dugaan, kunjungan saya kali ini bukan hanya memenuhi ekspektasi. Bahkan lebih dari yang saya duga. Metode pembelajaran yang diterapkan Polimedia telah menerapkan project based learning. Hal itu saya buktikan langsung dengan melihat banyaknya produk-produk mahasiswa saat campus tour di Polimedia Jakarta,” papar Wikan.

Yang ketiga, mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini ingin memastikan sejauh mana kesiapan Polimedia dalam menjalankan kuliah daring dan strategi menjalankan praktik perkuliahan di tengah pandemi ini.

Yang keempat, Pak Wikan ingin memantau penerapan Link & Match atau istilah populernya saat ini "pernikahan massal".

Paket pernikahan massal ini di antaranya adalah penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Pak Wikan selaku Dirjen Diksi Kemendikbud RI ini memberi tantangan kepada Polimedia untuk mengubah seluruh prodi jenjang D-3 menjadi D4 pada 2021 dan membuka S-2 Magister Terapan pada 2022.

Menindaklanjuti tantangan tersebut, Direktur Polimedia menyatakan siap menerima tantangan Dirjen Diksi dalam hal perbaikan kurikulum dan pengajuan prodi jenjang D-4.

Saat ini, Polimedia tengah gencar melakukan workshop dan diskusi kelompok terpumpun dengan pihak industri kreatif untuk bersama-sama menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Selain itu, sejak 2018 Polimedia telah menjajaki berbagai kerjasama baik dengan industri berskala menengah dan besar maupun lembaga pemerintah dan BUMN.

Kegiatan ini melahirkan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi salah satu indikator paket pernikahan massal yang diusung oleh Dirjen Pendidikan Vokasi.

Kegiatan ini juga diikuti PT. Indofood, Bali Animasi, Penerbit Andi Offset, The Local Enablers serta Polimedia PSDKU Medan dan Maskassar melalui video conference.

Dalam paparannya, Direktur Polimedia, Dr. Purnomo Ananto, M.M. memaparkan data terkini.

“Pada 2019 keterserapan lulusan Polimedia di DUDI mencapai 81% dalam jangka waktu 6 bulan, 4% memulai usaha mandiri, dan 15% lainnya melanjutkan studi ke jenjang sarjana terapan. Dengan keberadaan 40% dosen praktisi yang berasal dari industri, Polimedia optimis akan menjadi salah satu politeknik terkemuka dalam bidang industri kreatif,” paparnya.

Mengakhiri kunjungannya di Polimedia, Dirjen Pendidikan Tinggi Vokasi berpesan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa Polimedia agar belajar sepanjang hayat. “4.0 its not about capital, or even 5.0  its about human resoucers and knowledge. Politeknik dan sekolah vokasi akan mencetak lulusan yang memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahliannya dan juga memiliki soft skill seperti keterampilan berkomunikasi dan berwirausaha,” ujar Pak Wikan Sakarinto mengakhiri visitasinya di Polimedia.

Dengan moto Where the Inovation Grow, Polimedia optimis  menjadi pendidikan tinggi vokasi yang mampu mencetak lulusan kreatif, inovatif, dan kompetitif, serta mampu mengembangkan teknologi di bidang industri kreatif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Editor : Taat Ujianto