• News

  • Peristiwa

Wanita Pelempar Alquran Diduga Alami Gangguan Jiwa, Begini Tanggapan Tengku Zul

Wakil Sekjen MU Tengku Zulkarnain
foto: istimewa
Wakil Sekjen MU Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus wanita yang melempar kita suci Alquran di Makassar kini memasuki babak baru setelah kepolisian mendapat hasil tes pemeriksaan kejiwaannya dari RS Bhayangkara Makassar.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam menyebut, INC (40) tersangka pelemparan Al Quran di Makassar mengalami gangguan psikologis.

"Terkait situasi kejiwaan yang bersangkutan, dari hasil pemeriksaan memang ada ada kelainan dari INC ini, karena ada kecenderungan dari psikisnya selalu ingin bicara yang tinggi-tinggi dan menganggap dirinya ini orang yang tinggi," kata Kadarislam pada Selasa (14/7/2020) lalu.

Jika nantinya dalam pemeriksaan lanjutan dapat dipastikan bahwa tersangka mengalami gangguan kejiwaan, mungkin kasus ini akan dihentikan penyidikannya.

Namun, saat ini penyidik sudah melakukan pemberkasan sebelum dilimpahkan Kejaksaan.

"Karena dalam gangguan kejiwaan juga ada beberapa kategori, nanti kita dalami lagi apakah kejiwaan yang dialami yang  bersangkutan termasuk yang bisa dihentikan proses penyidikannya, tapi ini kita dalami dulu, nanti kita lakukan gelar perkara dengan Polda," sebut Kadarislam.

Menanggapi hal tersebut, tokoh oposisi Tengku Zulkarnain menyebut hal ini di luar akal sehat alias gila. Pasalnya, pada beberapa kasus penistaan agama Islam, banyak yang akhirnya berhenti karena dikategorikan mengalami gangguan jiwa. 

"Yg membunuh Ustadz GILA.
Yang bawa Anjing Masuk Mesjid SETENGAH GILA.
Yg menghina Rasulullah GILA.
Yang melempar Qur'an GILA.
Tdk diproses hukum.
Ckckck
Memang GILA..." tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (16/7/2020).

Sebelumnya, seperti dilansir detik.com. ormas Islam FPI di Makassar, menggelar unjuk rasa terkait viral wanita melempar hingga ingin merobek Al-Qur'an. FPI Makassar menegaskan akan mengawal hingga perempuan pelempar Al-Qur'an itu dijerat hukum.

"Jadi, kami minta kepada Kapolsek di sana untuk menindaklanjuti kasus ini tidak sampai berakhir di atas materai saja. Pokoknya kami kawal sampai betul-betul orang ini dijerat hukum sesuai UU yang berlaku," ujar Ketua DPW FPI Makassar, Habib Hamid bin Muhammad Alhamid, Kamis (9/7/2020) malam lalu.

Aksi FPI tersebut berlangsung di depan Kantor Polres Pelabuhan Makassar, Jalan Ujung Pandang, Makassar, sekitar pukul 20.00 Wita. Alhamid mewanti-wanti agar perempuan tersebut tidak dibebaskan dengan alasan mengalami gangguan kejiwaan.

"Ini masalahnya penghinaan agama, penghinaan Al-Qur'an. Jadi kami dari Front Pembela Islam, khususnya Kota Makassar, atas nama DPW Kota Makassar, Laskar ISM, itu mengecam kepada Kapolsek kalau setidaknya tersangka ini dikeluarkan dengan alasan dia mengaku orang gila, maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak lagi," katanya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Taat Ujianto