• News

  • Peristiwa

AGN: Drama Apa Lagi yang Akan Diciptakan Novel untuk Tutupi Kasus Sarang Walet?

Massa dari Aktivis Gugat Novel (AGN) menggelar aksi solidaritas peduli korban kasus sarang burung walet
foto: istimewa
Massa dari Aktivis Gugat Novel (AGN) menggelar aksi solidaritas peduli korban kasus sarang burung walet

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Massa dari Aktivis Gugat Novel (AGN) menggelar aksi solidaritas peduli korban kasus sarang burung walet dan doa bersama 'Adili Novel Baswedan', Kamis (16/7/2020).

Aksi digelar AGN di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, bertepatan dengan sidang putusan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam aksinya, massa AGN meminta Novel untuk tidak menciptakan drama baru menutupi kasus sarang walet di Bengkulu yang menyeret namanya ketika masih menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.

"Ini momentum tepat, saat sidang putusan ini kami berharap agar Novel Baswedan diberikan hidayah dan mengakui kesalahannya saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu," kata koordinator aksi, Daud.

"Tak perlu capek-capek menciptakan drama-drama baru menutupi kasus dugaan penganiayaan sarang walet," sambungnya.

Daud berpendapat, kubu Novel sedang berusaha keras untuk membuat isu baru dengan menyalah-nyalahkan Pengadilan atas kasus penyiraman air keras demi menutupi semua pemberitaan soal kasus sarang walet.

"Mereka sedang memeras otak untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus sarang burung walet," ujarnya.

"Penyiram Novel Baswedan kan sudah diadili, lalu kapan para penembak dan penganiaya korban sarang burung walet diadili," ucap Daud.

Ditambahkannya, kasus penyiraman Novel Baswedan akan memasuki babak akhir, sehingga amunisinya untuk menggoreng isu demi menutupi pemberitaan kasus sarang burung walet akan selesai.

"Kemarin cari celah untuk mengangkat isu melaporkan ke Ombudsman, nanti setelah putusan bisa jadi drama mojokin hasil persidangan. Buat apa lagi nyalah-nyalahin, intropeksi saja dan menyerahkan diri untuk mengakui kesalahan. Sampai kapan lagi Novel Baswedan berpura-pura tidak bersalah," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Taat Ujianto