• News

  • Peristiwa

Pacar Sempat Dicurigai tapi Polisi Sebut Yodi Bunuh Diri, Netizen: Ayoloh, Minta Maaf

Kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah
Youtube
Kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polisi menemukan fakta lain dalam penyelidikan kematian editor Metro TV Yodi Prabowo, yang diduga bunuh diri. Polisi menyampaikan Yodi Prabowo sempat memeriksakan kesehatan ke rumah sakit.

Polisi menduga pemeriksaan Yodi Prabowo ke rumah sakit ini ada kaitannya dengan dugaan bunuh diri tersebut.

Kesimpulan polisi bahwa Yodi bunuh diri membuat netizen gaduh. Sebelumnya, tak sedikit warganet yang mencurigai adanya keterkaitan antara kematian Yodi dengan sosok sang pacar (Siti Fitri Rohmah). Munculah pernyataan beberapa netizen agar mereka yang menuduh minta maaf kepada pacar Yodi.

@Mak Lambe Turah: udah fix gitu ya bunuh diri gais

@Turnip Gemilang: Ayolohhh yg bilang pelakunya di bunuh cewenya.. harus mintaa maaf loe ke cewenya .. ayolohhhhhh

@Siahaan Beybe: Kok bisa ya... Bingung sih...

@Kuswara Wisnumurti: Blm ada komentar yg percaya sama hasilnya........ ntar balik lagi dh

@April Landho: Kok ya heran aq ya

@Anna Noer: Endinge kok koyok ngene

@Endang Rahayuni: Curiga sm pacarnya

@Momo Akira: aneh....

Sebelumnya diberitakan bahwa Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan awal mula polisi mengetahui Yodi Prabowo pernah memeriksakan diri ke RSCM ini didasari dari transaksi keuangan Yodi Prabowo.

"Dari transaksi keuangan, tidak ada yang menonjol. Hanya satu saja, yaitu yang bersangkutan berobat ke RSCM di Kencana," kata Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Tubagus melanjutkan Yodi Prabowo melakukan transaksi pembayaran pemeriksaan kesehatan di RSCM dengan menggunakan kartu debit BCA. Tubagus menyampaikan Yodi Prabowo saat itu melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

"Pertanyaannya, untuk apa uang itu? Uang itu dilakukan untuk pemeriksaan lab dan konsultasi ke dokter. Dokter apa? Adalah dokter ahli penyakit kelamin dan kulit. Apa yang dilakukan? Pengecekan," kata Tubagus.

Tubagus menyampaikan pemeriksaan di dokter spesialis kulit dan kelamin itu dilakukan karena ada keluhan dari Yodi Prabowo. Hanya, Tubagus tidak membeberkan keluhan apa yang disampaikan Yodi Prabowo ke dokter tersebut.

"Dia pasti ada keluhan, kemudian dia lakukan konsultasi ke dokter. Setelah itu disarankan untuk lakukan pengecekan," ucapnya.

Yodi Prabowo sudah melakukan pengecekan atas keluhannya itu. Namun, hingga Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Ulujami, hasil lab itu belum diambil oleh Yodi Prabowo.

"Atas kehendaknya sendiri--positif atau tidaknya HIV--tapi hasil itu sampai korban meninggal belum sempat diambil," katanya.

Dari temuan ini, polisi kemudian mengaitkan dengan indikasi Yodi Prabowo diduga bunuh diri karena depresi.

"Apa ini terkait dugaan bunuh diri? Sangat terkait. Kaitannya dengan munculnya depresi--tapi ini dijelaskan di bidang psikologi forensik--walaupun ada beberapa yang sudah kita mintai keterangan sebagai keterangan ahli keterkaitan antara faktor-faktor tersebut dengan fakta penyidikan. Kita sudah lakukan pemeriksaan ahli psikologi forensik kemungkinan tidak ada keterkaitan ke arah situ," tandasnya.

Gunakan narkoba

Dokter Spesialis Forensik Instalasi Dokfor Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Kramat Jati Jakarta Timur, Arif Wahyono di Polda Metro Jaya, Sabtu, (25/7/2020). mengatakan, "Hasil 'screening' (penyaringan) narkoba, di dalam urine (Yodi) kami temukan ampetamin positif," kata

Arif mengatakan fakta tersebut didapatkan saat polisi melakukan autopsi terhadap jasad Yodi. Amfetamin diketahui sebagai zat yang kerap ditemui dalam narkoba jenis pil ekstasi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menambahkan, kandungan ekstasi di dalam tubuh Yodi turut memperkuat dugaan bunuh diri.

Tubagus menyebut seseorang yang berada dalam pengaruh narkoba bisa melakukan hal yang sama sekali tidak terpikirkan oleh orang normal.

"Apa pengaruhnya yang oleh orang normal tidak mungkin? Meningkatkan keberanian orang luar biasa. Maka yang harus diukur pengaruh amfetamin terhadap keberanian yang tidak mungkin dilakukan korban," jelas Tubagus.

Keluarga tak percaya

Yodi Prabowo ditemukan tewas pada Jumat (11/7) lalu di pinggir Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel. Yodi tewas dengan luka tusuk di dada dan leher. Hasil akhir penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa Yodi Prabowo diduga kuat bunuh diri.

Ayah Yodi Prabowo, Suwandi, buka suara terkait kesimpulan yang disampaikan pihak kepolisian bahwa anaknya diduga tewas lantaran bunuh diri. Suwandi mengaku tidak percaya anaknya bunuh diri.

"Barusan saya ikuti press release Kabid Humas dan jajarannya dan simpulkan diduga bunuh diri. Tapi saya terus terang sebagai orang tua kecewa dengan kesimpulan itu karena nggak mungkin anak saya bunuh diri," kata Suwandi saat ditemui di kediamannya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2020).

Suwandi tidak percaya anaknya mengalami depresi seperti yang disampaikan. Sebab, menurutnya, sehari-hari anaknya masih bekerja, bahkan mengantar ibunya mencari tukang urut untuk adiknya

Editor : Taat Ujianto