• News

  • Peristiwa

Diduga Rasis, Netizen Kecam Tengku Zul

Diduga Rasis, Netizen Kecam Tengku Zul
Go Politik
Diduga Rasis, Netizen Kecam Tengku Zul

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Potongan video ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain yang membandingkan gaya ceramah ustaz Jawa dengan Sumatera, menuai kritik dan kecaman netizen karena menganggap Wasekjen MUI itu rasis.

Kecaman netizen itu digaungkan lewat tagar #TengkuzulRasis, #TengkuZulUstadHoaks, #TengkuZulUstadRasis. Tagar itu menjadi trending topic di Twitter Indonesia Sabtu (25/7/2020).

Berikut cuitan sejumlah netizen mengomentari ceramah Ustaz Tengku Zul, seperti dilihat netralnews.com di Twitter, Minggu (26/7/2020).

"Ucapan penuh kebencian dan tidak ilmiah. Hanya menciptakan ketidakharmonisan antar umat dan suku. Siapapun yang berusaha mengadu domba atau memecah belah manusia, layaknya menjadi sampah, bukan penceramah. Tengku Zulkarnaen
#TengkuzulRasis," tulis @fatma_shafiyah.

"Ini Manusia karbitan @ustadtengkuzul , apa yang keluar dari mulutnya kenapa selalu nyinyiran dan hinaan ya?? Ga ada bahan ceramah lain, apa memang tuntutan majikan atau memang minim ilmu?? #TengkuzulRasis," sindir @AjengFtmh_.

"Sejatinya penceramah itu menyejukkan. Sejatinya penceramah itu berbagi ilmu yang bermanfaat. Beda dengan manusia yang satu ini, adu domba, provokatif dan menjelek-jelekkan yang berbeda dengan dia," kata @Gond_rong.

"Ceramah nya Rasis..@ustadtengkuzul tak pantas jadi Ustad atau pun Ulama, isi ceramah mengarah ke ujaran kebencian
@MUIPusat klepon diurusin, nih ada karyawan MUI yang ceramah Rasis malah dibiarkan saja #TengkuZulUstadHoaks," kata @jumianto_RK.

"Mencoba untuk membenturkan dan melecehkan salah satunya jelas tidak bijak dan bukan karakter kita Indonesia. Krna menjadi Indonesia artinya menghormati kekayaan budaya kita yang begitu unik dan beragam. Salam," tulis @Ayah_Nahl.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial potongan video ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain yang membandingkan gaya ceramah ustaz- ustaz Jawa dengan Sumatera.

Dalam potongan video viral itu, awalnya Ustaz Tengku Zul membandingkan karakter orang Sumatera dan Jawa. Ia memberikan contoh bagaimana perbedaan kedua suku itu dalam mengucapkan salam.

"Kalau orang Sumatera itu bicara terang- terangan. Datang nampak hidung, pulang nampak punggung. 'Assalamualaikum' balik kanan dia, iya nggak," kata Tengku Zul dengan intonasi suara yang keras dan ekspresinya tegas.

"Kalau orang Jawa datang nampak hidung, pulang nampak hidung. Karena dia mundur pulangnya. 'Assalamualaikum," sambung Tengku Zul dengan intonasi ucapan yang halus dan lambat sembari memperagakan jalan mundur berlenggok-lenggok.

Ucapan dan gaya Tengku Zul itu mengundang tawa jemaah yang hadir menyaksikan ceramahnya.

Setelah membahas soal gaya salam, Wasekjen MUI itu kemudian membandingkan gaya ceramah ustaz Sumatera dengan Jawa khususnya Solo.

"Biarkan kami ustadz-ustadz Sumatera dengan gaya Sumatera, betul? Jangan di Solo kami gaya Solo," ujar Tengku Zul.

"Ustaz Solo lain 'kita ini harus begini, kalau ndak begini, bagaimana?" ucap Tengku dengan intonasi suara sangat pelan dibumbui dengan ekspresi lucu yang lagi-lagi membuat jemaah tertawa.

"Biarlah dia dengan gaya Solo-nya. Iya kan. Aku dengan gaya Medan-ku. Tak senang kau, kita selesaikan di luar," tegasnya diikuti suara tawa dan tepuk tangan jemaah.

Tengku Zul kemudian berbicara mengenai prinsip orang Sumatera. "Kita orang Sumatera kerisnya di depan. Betul nggak?.
Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai. Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut," tutur Tengku Zul.

Sembari mencontohkan mencabut keris ala Sumatera yang diselipkan di pinggang bagian depan, Tengku Zul berujar dengan lantang "Nggak senang cabut keris. Tewas di gelanggang kerbau tebusannya, tewas di tempat tidur, ayam seekor tebusannya. Begitu."

Setelah memperagakan gaya cabut keris ala Sumatera, Tengku Zul kemudian mencotohkan mencabut keris ala Jawa yang diletakkan di bagian belakang dengan gerakan lambat sambil berujar dalam bahasa Jawa dengan halus dan pelan. Hal itu pun kembali membuat jemaah tertawa.

"Biarlah dia dengan gaya Jawa-nya. Betul nggak?. Biarkan kita dengan gaya Medan kita, betul?. Mau diatur-atur 'Tengku Zulkarnaen kasar, keras, jadilah halus kayak ustaz-ustaz Jawa'. Kalau ustaz Jawa ceramah disini, orang sini tidur," tuturnya disambut tawa jemaah.


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani