• News

  • Peristiwa

Sebut Tengku Zul Rasis, Ade: Ustaz Kayak Gini Kok Jadi Wasekjen MUI

Sebut Tengku Zul Rasis, Ade: Ustaz Kayak Gini Kok Jadi Wasekjen MUI
Partai Demokrat
Sebut Tengku Zul Rasis, Ade: Ustaz Kayak Gini Kok Jadi Wasekjen MUI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengomentari potongan video ceramah  Ustaz Tengku Zulkarnain yang membandingkan gaya bicara dan budaya orang Jawa dengan Sumatera.

Menurut Ade, apa yang disampaikan Tengku Zul dalam video itu rasis karena menghina etnik Jawa dan mempermalukan orang Sumatera.

Ade pun merasa heran lantaran Ustaz Tengku Zul dengan gaya ceramah seperti itu bisa menjabat Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ustad kayak gini kok jadi Wasekjen MUI. Isi ceramahnya sangat rasis, menghina etnik Jawa. Dia pikir lucu," tulis Ade di akun Facebooknya, Minggu (26/7/2020).

"Dia pikir sebagai Wasekjen MUI, dia bisa ngomong apapun. Dia bukan saja menghina Jawa tapi juga mempermalukan orang Sumatra," kata Ade.

Sebelumnya, viral di media sosial potongan video ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain yang membandingkan gaya bicara dan budaya orang Jawa dengan Sumatera.

Dalam potongan video viral itu, awalnya Ustaz Tengku Zul membandingkan karakter orang Sumatera dan Jawa. Ia memberikan contoh bagaimana perbedaan kedua suku itu dalam mengucapkan salam.

"Kalau orang Sumatera itu bicara terang- terangan. Datang nampak hidung, pulang nampak punggung. 'Assalamualaikum' balik kanan dia, iya nggak," kata Tengku Zul dengan intonasi suara yang keras dan ekspresinya tegas.

"Kalau orang Jawa datang nampak hidung, pulang nampak hidung. Karena dia mundur pulangnya. 'Assalamualaikum," sambung Tengku Zul dengan intonasi ucapan yang halus dan lambat sembari memperagakan jalan mundur berlenggok-lenggok.

Ucapan dan gaya Tengku Zul itu mengundang tawa jemaah yang hadir menyaksikan ceramahnya.

Setelah membahas soal gaya salam, Wasekjen MUI itu kemudian membandingkan gaya ceramah ustaz Sumatera dengan Jawa khususnya Solo.

"Biarkan kami ustadz-ustadz Sumatera dengan gaya Sumatera, betul? Jangan di Solo kami gaya Solo," ujar Tengku Zul.

"Ustaz Solo lain 'kita ini harus begini, kalau ndak begini, bagaimana?" ucap Tengku dengan intonasi suara sangat pelan dibumbui dengan ekspresi lucu yang lagi-lagi membuat jemaah tertawa.

"Biarlah dia dengan gaya Solo-nya. Iya kan. Aku dengan gaya Medan-ku. Tak senang kau, kita selesaikan di luar," tegasnya diikuti suara tawa dan tepuk tangan jemaah.

Tengku Zul kemudian berbicara mengenai prinsip orang Sumatera. "Kita orang Sumatera kerisnya di depan. Betul nggak?.
Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai. Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut," tutur Tengku Zul.

Sembari mencontohkan mencabut keris ala Sumatera yang diselipkan di pinggang bagian depan, Tengku Zul berujar dengan lantang "Nggak senang cabut keris. Tewas di gelanggang kerbau tebusannya, tewas di tempat tidur, ayam seekor tebusannya. Begitu."

Setelah memperagakan gaya cabut keris ala Sumatera, Tengku Zul kemudian mencotohkan mencabut keris ala Jawa yang diletakkan di bagian belakang dengan gerakan lambat sambil berujar dalam bahasa Jawa dengan halus dan pelan. Hal itu pun kembali membuat jemaah tertawa.

"Biarlah dia dengan gaya Jawa-nya. Betul nggak?. Biarkan kita dengan gaya Medan kita, betul?. Mau diatur-atur 'Tengku Zulkarnaen kasar, keras, jadilah halus kayak ustaz-ustaz Jawa'. Kalau ustaz Jawa ceramah disini, orang sini tidur," tuturnya disambut tawa jemaah.

Video ceramah Ustaz Tengku Zul itu menuai kecaman dari banyak pihak di media sosial karena dianggap rasis.

Bahkan netizen melambungkan sejumlah tagar tagar seperti #TengkuzulRasis, #TengkuZulUstadHoaks, #TengkuZulUstadRasis dan menjadi trending topic di Twitter Indonesia hingga Minggu (26/7/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani