• News

  • Peristiwa

Meski Populer, Pengguna Apple Diimbau Tak Instal TikTok, Ini Risikonya

Ilustrasi aplikasi TikTok.
caixinglobal.com
Ilustrasi aplikasi TikTok.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti Lembaga riset Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) tidak menemukan malware dan transmisi data mencurigakan dalam aplikasi TikTok, dalam pengujian independen yang dilakukan baru-baru ini.

Meski demikian, aplikasi yang populer di hampir seluruh dunia ini ternyata mengumpulkan data pengguna berupa perintah copy paste (copas) yang berada clipboard. Tentunya data yang bersifat privasi dan bisa jadi rahasia harusnya tak boleh tersebar begitu saja.

Kepala CISSReC, Pratama Persadha menjelaskan, hasil analisis aplikasi berbagi video asal China ini dengan menggunakan sample 58 vendor anti virus/malware untuk mengenali keberadaan malware dalam sebuah aplikasi.

"Nol malware di dalamnya," ujar Pratama, Senin (27/7/2020).

Tak hanya itu, proses reverse engineering yang dilakukan juga memperlihatkan tidak adanya potensi bahaya pada apk TikTok," dia melanjutkan.

Lebih lanjut, ia juga menyayangkan kegiatan TikTok yang mengumpulkan data lewat clipboard di mana aplikasi itu ketahuan menyalin clipboard data pengguna setelah Apple merilis iOS14 yang di dalamnya bisa mendeteksi bila ada aplikasi yang membaca clipboard. 

Artinya, aplikasi tersebut bisa membaca berbagai kegiatan copy paste pemilik perangkat Apple.

Tidak hanya TikTok, aplikasi lain juga melakukan hal yang sama beberapa diantaranya AccuWeather, AliExpress, Call of Duty Mobile, Google News, Overstock, Patreon dan LinkedIn. 

Setelah ketahuan, TikTok dan aplikasi lainnya berjanji menghentikan kegiatan ini dengan update aplikasi baru.

"Hal tersebut yang menimbulkan banyak kecurigaan pada TikTok, apalagi sekarang aplikasi asal China ini meledak di seluruh dunia. Namun dari pemeriksaan aplikasinya sendiri menunjukkan bahwa apk TikTok cukup aman untuk diinstall," ujar Pratama.

"Hanya saja, bila khawatir terutama para pejabat penting negara, sebaiknya tidak memakai TikTok," ujarnya seperti dilansir Antara.

Editor : Irawan.H.P