• News

  • Peristiwa

HRS Akan Diusir Jika Kembali ke Indonesia, TZ: WNI Shalih Diusir, TKA China Disambut

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)
Dokumentasi Netralnews
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh oposisi Tengku Zulkarnain mengutuk aksi pencobaan pembakaran foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Tak hanya membakar, kelompok tersebut juga mengatakan akan menghalangi dan mengusir HRS jika kembali ke Indonesia. 

Padahal, kata Tengku Zul, HRS yang merupakan orang shalih dan juga masih seorang Warga Negara Indonesia, berhak pulang ke tanah kelahirannya.

"Seorang WNI yg sholih mau pulang dihalangi dan didemo serta diancam mau diusir.

Sementara TKA China datang berduyun duyun mereka sambut. Sebagian lagi dari mereka pura pura buta tuli.

Mereka itu WARAS nggak Sih...?" tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Rabu (29/7/2020).

Sebelumnya, banyak yang menduga aksi tersebut dilakukan oleh Relawan Jokowi Bersatu (RJB). Namun hal itu langsung dibantah ketua umumnya, Silvia D Soembarto.

Menurut Silvia, semenjak terpilihnya Jokowi menjadi Presiden RI,  RJB selalu menginginkan persatuan dan kesatuan demi kejayaan Bangsa dan Negara.

"RJB Indonesia cinta damai dan tidak pernah terlibat segala aksi pembakaran maupun aksi yang menyebabkan pecahnya persatuan dan kesatuan," kata Ketua Umum RJB Indonesia Silvia D Soembarto dalam keterangannya, Selasa (28/7/2020).

RJB, kata Silvia, cinta dan bangga akan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akan menjaga Marwah bangsa ini.

"Atas dasar hal tersebut, saya meminta agar RJB Indonesia tetap bersatu dan mengawal pemerintahan serta menjaga Jokowi," kata Silvia.

Diketahui beredar luas di media sosial sejumlah massa hendak membakar Poster bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Video itu viral karena massa yang mencoba membakar Poster tersebut gagal terus meski sudah disiram bensin. Kejadian ini diunggah akun twitter @NengAnyar15 pada Senin (27/7/2020).

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati